18 Jun 2018 07:59

Beruntun, Lorenzo Menangi GP Barcelona

MyPassion

BARCELONA— Ducati bisa jadi mulai menyesali keputusannya melepas Jorge Lorenzo ke Repsol Honda musim depan. Untuk kedua kali secara beruntun pembalap Majorca tersebut sukses memenangi balapan MotoGP di atas Ducati Desmosedici GP18. Seperti di Mugello dua pekan lalu, Lorenzo tampil mendominasi GP Barcelona tadi malam.

Kemenangan tadi malam menyempurnakan akhir pekan Lorenzo di balapan kandangnya. Pada sesi kualifikasi dia merebut pole position yang pertama bagi Ducati. Di balapan, kecepatannya tak tertandingi dan memastikan kemenangan kedua di atas Desmosedici.

Lorenzo hanya kehilangan posisi terdepannya di tikungan 1 lap pertama dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Iannone (Suzuki Ecstar). Namun dia merebutnya kembali di tikungan yang sama di lap berikutnya. Setelah itu Lorenzo melarikan tanpa bisa dikejar lagi para rivalnya.

Tekanan semakin berkurang setelah rekan satu timnya, Andrea Dovizioso terjatuh di tikungan 5 lap 9. Padahal, selain Marquez, hanya pembalap Italia itu yang punya pace balap mendekati Lorenzo. Bagi Dovizioso, insiden tersebut menjadi DNF (did not finish) ketiga dalam empat balapan terakhir. Tak bisa dimungkiri, ambisi Dovi merebut juara dunia MotoGP 2017 bisa jadi sudah habis. Pembalap 32 tahun tersebut kini terpuruk di posisi delapan klasemen sementara pembalap MotoGP dengan selisih 49 poin dari sang pemuncak, Marquez.

Lorenzo memasang kombinasi ban soft-soft. Awalnya, ini disebut-sebut sebagai pilihan berani untuk mengarungi balapan sepanjang 23 lap. Bandingkan dengan pilihan Marquez yang medium-medium.  Andai gagal mempertahankan umur ban, Marquez bisa melibasnya di bagian akhir lomba. Kekhawatiran itu semakin menjadi lantaran Dovizioso tumbang karena kehilangan cengkeraman ban depannya, bahkan saat balapan belum sampai separo jalan.

Namun, ternyata pilihan tersebut tepat. Lorenzo mampu mempelebar jarak dengan Marquez yang memasang ban lebih keras. Dengan gaya balap yang smooth, Lorenzo mampu menjaga ritme balapnya sekaligus memperlebar jaraknya dari Marquez. Di akhir lomba, dia finis 4,4 detik di depan Marquez.

''Rasanya luar biasa bisa menang di sini (Catalunya) bersama Ducati,'' ujar Lorenzo usai balapan. Dia mengaku masih merasa kagum dengan situasi yang berubah dalam waktu relatif cepat. Dari situasi sulit sepanjang musim lalu dan awal tahun ini, kemudian berbalik impresif di dua balapan terakhir.

Sangat mengagumkan karena kesuksesan Lorenzo tersebut terjadi “hanya” karena perubahan bentuk tangki bahan bakar. Dengan tangki lebih besar pembalap berjuluk X-Fuera tersebut mengaku tidak lagi kelelahan saat membesut Desmosedici sepanjang balapan. Sejak mengganti tangki bahan bakar di Mugello dua pekan lalu, Lorenzo menang dua kali beruntun.

Jika terus konsisten tampil solid seperti di dua balapan terakhir, tidak ada yang berani mengeluarkan nama Lorenzo dari bursa perebutan gelar juara dunia. Masih ada 11 balapan lagi di sisa musim. Lorenzo kini berada di posisi ketujuh klasemen pembalap dengan defisit 49 poin di belakang Marquez. Artinya, masih bisa dijangkau dengan dua kemenangan. Tentu kalau Marquez gagal menjaga konsistensinya seperti di Mugello.

Dengan finis runner up di Barcelona kemarin, Marquez menambah koleksi poinnya dengan 20 angka. ''Yang terpenting adalah kami bisa memperlebar jarak di klasemen pembalap,'' ucap Marquez. Kini sang juara bertahan memimpin klasemen dengan koleksi 115 poin. Jaraknya menjadi 27 poin di depan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Atau bertambah empat poin dari GP Italia dua pekan lalu.

Balapan GP Barcelona tadi malam sekaligus memberi bayangan bagaimana kekuatan Repsol Honda musim depan. Hanya Lorenzo dan Marquez yang bertarung berebut kemenangan di balapan sepanjang 23 lap tersebut. Padahal, dua pembalap yang mendominasi MotoGP sejak 2014 itu akan menjadi rekan satu tim di Repsol Honda tahun depan. Jika Lorenzo bisa lebih cepat beradaptasi dengan Honda RC213V, keduanya akan berduel sengit berebut gelar juara dunia. (jpg)

Kirim Komentar