14 Jun 2018 10:23

Tarik Pengunjung Sambut Idul Fitri, Ritel ‘Perang’ Diskon

MyPassion
Ilus

MANADOPOSTONLINE.COM—Pusat perbelanjaan menyambut Idul Fitri dengan ‘perang’ diskon. Pantauan Manado Post, Rabu (13/6), ritel-ritel yang ada di Manado Town Square, Mega Mall, Star Square, Transmart Carrefour, itCenter, Modern, Multi Mart dan Indogrosir memberikan potongan harga menarik.

Diskon yang diberikan bervariasi mulai dari 20 hingga 70 persen, tergantung merek. Barang-barang yang mendapatkan diskon juga bervariasi mulai baju, celana, sepatu, hingga tas. 

Salah satu pengunjung di Centro, mengaku tertarik berbelanja karena diskon tas hingga 70 persen. “Saya tertarik berbelanja karena ada diskon. Lumayan harganya turun jauh. Dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 300 ribu,” ungkap Celia, salah satu pengunjung. 

Pengamat Ekonomi Joy Tulung PhD mengatakan, ritel memberikan diskon menjelang hari raya adalah bagian dari strategi marketing. “Dengan adanya diskon akan menarik minat masyarakat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hari raya,” ungkapnya dosen Fakultas Ekonomi Unsrat ini. 

Menurut dia, dengan memberikan diskon barang yang dijual akan cepat laku. Kemudian akan berdampak pada perputaran uang yang semakin cepat pula. “Kemudian keuntungan dari peritel akan meningkat seiring banyak pengunjung yang berbelanja,” ujarnya. 

Dia juga mengakui, cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga swasta sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. “Dengan adanya uang lebih, maka kebutuhan berbelanja masyarakat bertambah. Karena ada daya beli dari masyarakat,” sebutnya. 

Sementara itu, pengamat lain, Dr Victor Lengkong mengatakan, diskon berkaitan dengan kebijakan harga dan promosi. “Perang harga (diskon) sebagai strategi pemasaran. Strategi ini dimaksudkan untuk memimpin harga sekaligus menyerang pesaing dalam lini (kelas) produk sejenis,” kata Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat itu. 

Menurut dia, diskon sebagai media memengaruhi psikologis konsumen terutama pelanggan loyal. Perusahaan menggunakan strategi ini juga bertujuan mengejar volume (unit) penjualan sebanyak mungkin. Sekalipun margin keuntungan dari harga pokok produksi diturunkan sebagai konsekuensi strategi diskon.

“Hal ini dikarenakan saat lebaran, kebutuhan akan suatu produk tertentu pasti meningkat, dan pada kondisi ini banyak juga penyedia kebutuhan yang menawarkan produk serupa. Dengan demikian, fenomena diskon saat lebaran yang berlaku dari tahun ke tahun menjadi strategi penting,” jelasnya.

Di satu sisi, lanjutnya, perang diskon ini akan dimanfaatkan konsumen yang peka terhadap harga. “Konsumen yang ingin mendapatkan barang lebih murah pasti sangat tertarik,” pungkasnya.(ite/can)

Kirim Komentar