14 Jun 2018 09:28

Lebaran Potensial Dimanfaatkan Bandar Narkotika

MyPassion
Eko Daniyanto

MANADOPOSTONLINE.COM—Momentum lebaran yang menyita perhatian petugas rawan dimanfaatkan bandar. Kemungkinan besar ada upaya penyelundupan narkotika yang memanfaatkan hari raya tersebut. Kondisi tersebut membuat Bareskrim harus ekstra waspada.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan bahwa saat bulan puasa, bandar berupaya memasukkan atau menyelundupkan narkotika. Dari tangkapan Dittipid Narkoba dari tiga jaringan Malaysia-Aceh yang saling terhubung barang buktinya mencapai 100 kg. ”Kondisi ini tentu perlu dipahami,” jelasnya seperti dilansir dari Jawa Pos (Manado Post grup).

Saat lebaran petugas memahami sangat potensial dimanfaatkan bandar untuk menyelundupkan narkotika. Bandar ingin memanfaatkan kelengahan petugas yang tengah melayani masyarakat yang melakukan tradisi mudik. ”Namu kami tidak akan lengah,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini petugas telah bersiap di sejumlah lokasi untuk mencegah penyelundupan narkotika. Yang paling rawan adalah pelabuhan-pelabuhan tikus di Sumatera hingga Kalimantan. ”Kami akan jaga semaksimal mungkin baik secara fisik atau menggunakan teknologi,” tuturnya.

Selain itu, jalur udara juga perlu untuk penambahan pengawasan. Pasalnya, saat ini jumlah penumpang pesawat melonjak, tentunya akan membuat bandar merasa bisa memasukkan narkotika. ”Semua tidak boleh lengah,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

Kasus saat bulan puasa itu juga masih dikembangkan terhadap pelaku lainnya. Yang tertangkap saat penyelundupan itu masih sebatas kurir, ada pengendali dan  pemberi dana yang harus ditemukan. ”Dari pengendali inilah nanti akan diketahui semuanya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bandar saat ini masih begitu banyak karena ingin mendapatkan keuntungan sesaat. Karenanya bandar akan diterapkan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”TPPU ini bisa menjadi pendukung pemberantasan narkotika,” jelasnya.

Dengan menerapkan TPPU, Bandar tidak akan lagi punya kekuatan finansial untuk menjalankan bisnisnya. Lagi pula uang hasil kejahatan narkotika itu juga bisa digunakan untuk masyarakat yang menjadi korban narkotika. ”Jadi bandar lebih jera,” terangnya.

Menurutnya, selain perberatan hukuman dengan TPPU, juga dilakukan jeratan pidana maksimal hingga hukuman mati. ”Tentunya kami juga menargetkan aktornya yang mendapat hukuman mati, bukan hanya kurir,” paparnya.(gnr)

Kirim Komentar