14 Jun 2018 09:10
13 Orang Tewas

Kapal Kayu Khas Sulsel Tenggelam

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Tragedi terjadi di perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) kemarin (13/6). Di antara Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Paotere. Satu kapal jalloro, sejenis kapal kayu khas Sulsel, tenggelam. Sebanyak 13 nyawa melayang akibat kecelakaan itu.

Jumlah korban masih bisa bertambah. Sebab, jumlah penumpang kapal tidak diketahui secara pasti. Pasalnya, kapal tersebut tidak memiliki manifes penumpang. Pun demikian izin mengangkut manusia.        

Kabid Humas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00. Kapal tersebut mungkin tenggelam karena ombak yang terlalu tinggi. ”Memang siang tadi ombak tinggi sekali,” katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.  Dicky menerangkan, kapal itu milik perorangan. Melayani penyeberangan dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Paotere. ”Tidak ada tiket. Tidak ada daftar yang dimiliki,” ucapnya sebagaimana dilansir dari Jawa Pos (Manado Post grup).

Mengantisipasi korban yang belum dievakuasi, petugas terus melakukan pencarian. Sampai siang kemarin sudah ditemukan 37 penumpang. Sebanyak 24 selamat, 13 lainnya meninggal dunia. ”Namun, kami belum mengetahui berapa jumlah pasti penumpang,” kata Dicky.

Polisi saat ini mendata penumpang yang selamat. Mereka yakin nakhoda kapal masih hidup. Dia termasuk 24 penumpang yang selamat. Sementara itu, Kepala Posko Mudik Harian Perhubungan Laut Muhamad Syaiful membenarkan adanya kapal tenggelam di perairan Makassar. ”Itu jenis kapal kayu kecil. Biasanya untuk jarak dekat saja,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu kemarin.

Syaiful menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan SAR dan KNKT untuk keterangan lebih lanjut. ”Sekarang ini tim dari KNKT sudah berada di lokasi kejadian,” ujarnya.

Yusuf, salah seorang korban selamat, begitu terpukul atas kejadian itu. Rencana mudiknya ke kampung halaman berujung kehilangan anak dan istri. Di tengah perjalanan dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, KM Arista yang dia tumpangi bersama keluarganya tenggelam.

Istri Yusuf, Ariani, 30, dan anaknya, Arsyam, 1, tewas dalam tragedi itu. Sementara anak pertamanya, Yusri, 5, kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bukan hanya Yusuf yang kehilangan. Total ada 13 penumpang yang tewas. Semua penumpang merupakan warga pulau yang baru saja membeli keperluan untuk Lebaran di wilayah daratan Makassar. Yusuf sendiri berhasil menyelamatkan diri.

Saat ini Yusuf berada di Pulau Barrang Lompo bersama jenazah istrinya. Jenazah anaknya, Arsyam, dibawa ke rumah kerabatnya di wilayah Pampang. Sebelum itu jenazah Arsyam sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Jala Ammari TNI Angkatan Laut. Sedangkan anak pertama Yusuf, Yusri, dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Ishak, kerabat Yusuf yang juga ikut dalam kapal, berkata bahwa KM Arista mulai kehilangan keseimbangan saat diempas ombak besar. Semua penumpang panik. Kapal mulai oleng dan nakhoda pun sulit mengendalikan.

Ishak kebetulan berada tak jauh dari nakhoda. Sedangkan Ariani dan kedua anaknya berada di bagian yang berbeda. ”Saya lihat dari jauh, Ibu Ariani ini sempat susui anak keduanya sebelum terempas karena ombak,” bebernya.(gnr)

Kirim Komentar