13 Jun 2018 08:51

Takbiran Perkuat Toleransi di Manado

MyPassion
Malam Takbiran di Manado.(Dok.Manado Post Online)

MANADOPOSTONLINE.COM—Umat Muslim segera menyambut hari kemenangan. Sesuai tradisi, usai sebulan berpuasa, 1 Syawal 1439 Hijriah bakal disambut dengan pawai takbiran. Begitupun di Manado. Berbagai persiapan telah dirampungkan panitia.

Hal ini disampaikan Ketua Remaja Masjid Besar Miftahul Janna Taufiq Antai S Ars. “Pawai Takbiran menunggu keputusan sidang Isbat. Jadi kemungkinan Kamis malam, kita melaksanakan pawai takbiran," katanya. Lanjutnya, pawai takbiran untuk memaknai hari kemenangan yang telah tiba. “Malam pawai Takbitan ini, sebagai suatu kegiatan atau acara luapan kegembiraan dari umat Muslim dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Dan sudah menjadi tradisi turun temurun serta budaya umat Muslim di Indonesia pun Manado. Intinya menyambut hari kemenangan dengan ekspresi kegembiraan," jelasnya, sembari menyebutkan tradisi ini sudah sejak tahun 90-an dilaksanakan.

Tak hanya umat Muslim, biasanya seluruh umat di Manado, juga turut mengikuti kemenangan tersebut. “Kegiatan ini pesertanya bukan dari umat Muslim saja. Seluruh umat beragama turut bersama-mengikuti proses pawai. Ada organisasi umat lainnya yang ikut serta. Saling berkolaborasi dan toleransi ditingkatkan. Tujuannya menunjukkan eksistensi dan toleransi umat beragama di Manado,” katanya bangga.

Untuk rute pawai takbiran, dipaparkan Antai akan dimulai di depan kantor Gubernur Sulut, dan finish di depan Masjid Miftahul Janna. “Akan hadir melepas start di depan kantor Gubernur adalah Wagub Steven Kandouw. Kemudian rombongan menuju arah Jalan Babe Palar, dan masuk ke arah Wanea. Sampai di patung Samrat, belok ke arah jalan Bethesda. Kemudian masuk ke Jalan Pierre Tendean. Lalu lurus saja menuju panggung kehormatan di depan Masjid Miftahul Janna. Akan disambut oleh wali kota dan wakil wali kota Manado,” paparnya.

disebutkan, sekira 4.000 orang akan tumpah ruah di sepanjang rute pawai. “Sekira 1.500 stiker peserta akan disiapkan panitia. Tapi kemungkinan, warga yang akan ikut pawai sekira 4.000 orang. Persiapan sudah rampung. Koordinasi ke pihak kepolisian dan dari panitia juga sudah siap. Pun pemerintah juga sudah berkoordinasi," ungkapnya. "Akses masuk ke jalan Pierre Tendean akan ditutup, selama acara berlangsung. Pun akses masuk ke Megamas dan masuk ke Boulevard dari Jalan samrat ditutup. Dan sesuai koordinasi terakhir, sekira 600 personel aparat akan disiagakan,” ungkap Antai, sembari memohon maaf jika terjadi kemacetan.

Disebutkan pula akan ada lomba kendaraan hias. Penilaian kendaraan yang dihiasi, yaitu dari ornamen takbiran atau ornamen Ramadan. Serta mengumandangkan takbir langsung di kendaraan. “Pun peserta nomor satu yakni mobil pemerintah kota Manado, diikuti puluhan peserta kendaraan hias,” terangnya. “Sekali lagi ini menjadi agenda rutin Panitia Hari Besar Islam (PHBI) provinsi dan Manado. Dan di support langsung oleh badan Ta'mirul Masjid dan Keimaman. Juga bapak Kapolda dan Kapolres dan forkopimda lainnya,” pungkas Antai.

Ketua Umum PHBI Sulut H Syahrul Poli SE ikut menjelaskan soal kesiapan pawai takbiran. “Pertama, pawai takbiran itu tetap dilaksanakan di tahun ini. Pada malam 1 Syawal 1439 Hijriah. Kalau pemerintah merencanakan malam 1 Syawal jatuh sekira 15 Juni mendatang. Jadi malam takbiran akan dilaksanakan tanggal 14 malam (Kamis). Untuk penetapan 1 Syawal, menunggu hasil sidang Isbat. Mudah-mudahan tidak bergeser dari tanggal 15 jatuhnya 1 Syawal," ungkapnya, semalam. “Peserta akan diarahkan langsung lurus sampai Jembatan Soekarno,” terangnya, sembari menambahkan peserta agar langsung pulang usai pawai. “Walaupun finishnya di jembatan Soekarno, untuk peserta pulang diharapkan tertib. Maka diminta tidak lagi kembali masuk ke dalam kota. Karena itu sudah jalur pulang ke rumah masing-masing. Jangan lagi masuk di pusat kota,” pintanya. 

Dia juga menghimbau, agar dalam pelaksanaan pawai, pengendara tetap menaati peraturan lalulintas. “Kami menghimbau agar bisa tertib mengikuti pawai. Terutama bagi yang mengendarai kendaraan, harus sesuai peraturan lalulintas. Motor harus menggunakan helm. Pun di malam takbiran tetap berlaku, tidak ada pengecualian. Kalau tidak akan ditindak petugas,” tegasnya.

“Dihimbau juga agar ketika kumandang takbiran, dilakukan sendiri oleh orang yang ada di kendaraan. Tidak menggunakan kaset dan justru sudah jauh dari hikmatnya takbiran. Apalagi sudah dimodifikasi dengan lagu-lagu takbiran yang berirama disko. Itu tidak dibenarkan,” ungkapnya.

Peserta juga dilarang mengonsumsi minuman beralkohol. “Ingat, ada nilai ritual yang harus dihormati. Maka kepada peserta, agar tidak membawa dan meminum miras dan lainnya. Karena ada tindakan tegas, sesuai rapat koordinasi dengan kapolda,” pungkas Poli.(cw-02/gnr)

Kirim Komentar