13 Jun 2018 10:44
Produksi Mamitarang 500 Ton Perhari

Sampah Meningkat Pemprov Sulut Siapkan TPA Regional

MyPassion
Pertemuan perwakilan pemerintah Jepang dan Kepala Dinas Penanaman Modal Henry Kaitjily, setra Perwakilan Dinas PUPRD Sulut Frans Timah, dan pimpinan PT Membangun Sulut Hebat beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, pihak Jepang berminat menjadi investor infratruktur jalan dan TPA di Sulut.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Produksi sampah yang kian meningkat membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus mencari alternatif. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut Steve Kepel melalui Kepala Bidang Bina Teknik Frans Timah, konsep yang sedang diatur bukan pembuangan akhir. Melainkan tempat pengolahan akhir (TPA) Regional Mamitarang (Manado, Minahasa, Minut dan Bitung).

"Jadi sesuai kemauan pimpinan daerah, sampah bukan hanya dibuang begitu saja. Tapi akan diolah menjadi energi. Itu kita rencanakan akan menjadi penghasil energi listrik lewat sampah dari beberapa daerah," ucapnya.

Pembangunan TPA Regional tersebut menurut Timah, berlatar belakang overcapacity pada tempat pembuangan akhri (TPA) Sumompo, serta sulit mendapatkan lahan baru. Juga TPA Desa Kulo Minahasa yang belum bisa memenuhi seluruh daerah layanan di kabupaten tersebut. Dari masalah ini menurutnya sampah di kawasan pesisir banyak dibuang ke laut.

"Jadi memang banyak latar belakang dari pembangunan TPA Regional ini. Ada juga di Minahasa Utara, TPA pelayananan Airmadidi Bawah yang belum memenuhi seluruh kebutuhan daerah dikarenakan jarak lokasi. Begitu juga yang di Bitung, TPA Aertembaga diperkirakan dalam waktu dekat akan penuh. Sehingga memang dibutuhkan antisipasi lahan baru untuk pengolahan sampah kota," terangnya.

Lanjutnya, TPA sampah saat ini juga masih dioperasikan dengan pembuangan terbuka atau open dumping. Serta menurutnya, manajemen persampahan yang ada belum memadai.

"Permasalahan dari sistem penanganan sampah di wilayah Mamitarang adalah masih kurangnya kinerja pelayanan. Yaitu keterbatasan sarana dan prasarana pengumpul dan pengangkut sampah yang berkinerja andal. Jadi kondisi inilah yang mendorong perlunya kesepakatan bersama dalam pengelolaan TPA Regional,” jelasnya.

Kesepatan bersama itu, terkait penggunaan dan kesepakatan menempatkan di salah satu kabupaten dengan skala regional.

Timah mengatakan, TPA Regional ini bertempat di Desa Wori dengan manfaat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Estimasi kebutuha anggaran infrastruktur TPA Regional itu, menurutnya, sebesar Rp 153 miliar. Ini juga sebutnya menjadi salah satu program prioritas nasional yang ada di Sulut.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut Marly Gumalag mengatakan, produksi sampah di wilayah Mamitarang per harinya mencapai 500 ton. Menurutnya, tidak semua kabupaten/kota bisa mengukur berapa jumlah produksi sampahnya setiap hari.

"Memang khusus untuk TPA Regional Mamitarang produksi sampah sesuai data kita mencapai 500 ton perharinya. Kalau secara umum kita belum lakukan pengukuran berapa banyak produksinya," ucap Gumalag.

Dia mengatakan, nantinya jika TPA Wori telah selesai maka sampah akan diteruskan ke TPA tersebut.

Dia juga mengingatkan, partisipasi masyarakat untuk penguraian sampah. "Kalau untuk mengurai sampah kita memang membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Kan masyarakat juga harus sadar membuang sampah pada tempatnya. Kalau sudah secara teratur mana sampah basah dan kering, penguraian akan semakin mudah kita lakukan," kuncinya.(tr-02/can)

Kirim Komentar