13 Jun 2018 12:57

Polisi Tarik Mobil Dikeluhkan

MyPassion
Ibrahim Tompo

MANADOPOSTONLINE.COM—Aksi tarik mobil yang masih sementara masa angsuran dikeluhkan. Yang disorot kali ini soal cara penarikannya. Di mana, pemilik tidak berada di rumah. Aksi itu, diketahui dilakukan petugas yang bertugas di jajaran Polda Sulut dan karyawan dari finance ternama yang memiliki cabang di Kota Bitung. “Senin kemarin (11/6), mereka datang menderek tiga kendaraan saya, saat saya tidak ada di rumah. Waktu itu hanya ada keponakan saya,” sebut FS, asal Bitung, sambil menunjukkan daftar nama 8 petugas yang sempat ditunjukkan kepada keponakannya.

Bahkan kata FS, saat keponakannya merekam aksi tarik mobil dengan cara diderek tersebut, seorang petugas langsung merampas ponsel dan coba menghapus file. “Beruntung videonya ada banyak. Jadi sebagian tidak terhapus,” tuturnya lagi, sambil kembali menunjukan video dan beberapa foto ketika petugas melakukan penderekan.

Yang terbaru, Selasa (12/6) kemarin, mobil Terios milik anak FS ikut diambil petugas di wilayah Malalayang. “Padahal sama finance, sudah saya bilang pasti saya lunasi. Apalagi uang yang saya bayarkan untuk angsuran itu sudah setengah lebih,” ungkap FS.

Kekecewaan FS makin bertambah, karena pihak finance tidak mau tahu. Padahal, katanya para pegawai finance tersebut yang datang ‘menggoda’ FS untuk mengajukan kredit jaminan tersebut. “Saya patuh aturan. Jadi saya tidak mungkin lari,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito, melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, semua harus sesuai prosedur. “Di mana, jika kreditur melaporkan ke petugas Polri dan sudah dilakukan klarifikasi terkait keabsahan legalitas seperti fidusia dan administrasi lainnya, maka bisa didampingi petugas dari Polri,” ungkap Tompo. Namun, jika ada langkah-langkah yang diduga melanggar dilakukan petugas finance saat melakukan penarikan, silakan membuat laporan. “Pasti akan diselidiki,” tandasnya.(gnr)

Kirim Komentar