13 Jun 2018 11:51

Efek Liburan, Penumpang Kapal di Talaud Meningkat Drastis

MyPassion
Jansen Motulo

MANADOPOSTONLINE.COM—Lonjakan penumpang kapal laut di Talaud, terjadi bukan karena disebabkan mudik atau pulang kampungnya umat Muslim. Melainkan, banyaknya warga yang memilih memanfaatkan waktu libur panjang dengan liburan maupun berbelanja ke Manado dan sekitarnya.

Hal ini diungkapkan Kepala  Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lirung Jansen Motulo. “Berbeda dengan Natal dan Tahun Baru. Untuk mudik lebaran, penumpangnya tidak terlalu padat. Rata-rata mereka sudah pulang kampung sebelum libur. Lonjakan penumpang kebanyakan disebabkan masyarakat Talaud yang liburan ke Manado,” ujarnya, Selasa (12/6) kemarin.

Diakuinya, ketika libur panjang, dua kapal penumpang yang melayani  rute Manado-Talaud (Lirung-Melonguane-Beo) dan sebaliknya yakni KM Barcelona dan KM Holly Marry, memiliki daya angkut penumpang mencapai 200-an orang sesuai sertifikat.

Belakangan dua kapal padat penumpang. Tetapi kepadatan terjadi masih bisa ditolerir sesuai dispensasi SPAL Kapal. “Kalau hari biasa, penumpang hanya mencapai 40 sampai 50 orang. Berbeda dengan liburan. Terutama Natal dan Tahun baru, kapal sering penuh penumpang dan barang bawaan. Kenaikan penumpang saat ini diperkirakan hanya 20 persen, tidak lebih. Kepadatan ini temporer,” tambahnya.

Berbeda dengan Kapal Penumpang. Untuk dua kapal perintis yang melayani hingga kepulauan Nanusa dan Miangas, tidak terpengaruh dengan mudik lebaran. Pasalnya, KM Sabuk Nusantara 51 dan KM Sabuk Nusantara 38, mengikuti jadwal pelayaran tetap yang tidak dipengaruhi liburan. “Jumlah penumpang yang ada di Kepulauan Nanusa dan Miangas juga hanya membludak jika liburan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.(fik/gnr)

Kirim Komentar