12 Jun 2018 12:16

Support Pemilu, Pemkab Minsel Terganjal Aturan

MyPassion
Benny Lumingkewas

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) seolah kesulitan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Minsel Benny Lumingkewas mengakui, pemberlakuan UU 7/2017 membuat pemkab tidak lagi mengalokasikan dana hibah kepada Panwaslu dan KPU Minsel, tahun ini. "Diatur bahwa semua kebutuhan penyelenggaraan pemilu ditanggung APBN. Kita takut melibatkan APBD melalui hibah karena takutnya nanti TGR," beber Lumingkewas di ruang kerjanya, kemarin.

Lanjut dia, pihaknya masih wait and see untuk melihat peluang pengalokasian anggaran di APBD-P dan tahun depan. Karena dirinya menemukan ada daerah yang masih memberikan hibah kepada penyelenggara pemilu dan tidak bermasalah. "Makanya masih kita pelajari. Tapi kami sudah bermohon dengan sejumlah kajian," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya tetap menyediakan anggaran bantuan bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Sejauh ini, pihaknya hanya memberikan bantuan personel. Selain itu, sosialisasi terhadap para pemilih agar datang ke TPS. "Anggarannya sekira Rp 200 juta. Kita lakukan di lima dapil. Tapi baru akan mulai karena anggaran baru jalan," jelasnya.

Terpisah, anggota Panwaslu Minsel Franny Sengkey mengakui kesulitan menjalankan fungsi akibat keterbatasan anggaran. Menurutnya, dalam beberapa periode sebelumnya pihaknya justru banyak berharap dari dana hibah pemkab. "Tapi kita sampaikan kajian ke pemkab serta memberikan permohonan. Kami berharap tahun depan bisa terakomodir," tandasnya.(jen/ria)

Kirim Komentar