12 Jun 2018 10:57

Perekaman KTP-el di Sulut Tetap Jalan

MyPassion
Bahagia Mokoagow

MANADOPOSTONLINE.COM—Proses perekaman KTP elektronik (KTP-el) di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut) harus terus berjalan normal selama cuti bersama dan libur lebaran. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (DisdukcapilKB) Sulut Bahagia Mokoagow.

"Memang kita sedang mempercepat proses perekaman. Karena itu, kita sudah sepakat dalam rapat bahwa perekaman akan tetap jalan normal selama libur. Tentu untuk mensiasati ini, sistem piket akan diberlakukan," tutur Bahagia.

Menurutnya, masyarakat bisa melakukan perekaman selama libur tersebut. Termasuk bisa mengambil KTP-el yang sudah selesai cetak.

"Kan sesuai instruksi memang Sabtu dan Minggu serta tanggal merah kita tetap melakukan perekaman. Ini agar supaya dapat mempercepat proses perekaman. Karena itu, di libur kali ini saya berharap semua Disdukcapil yang ada di daerah harus tetap buka dan melakukan pelayanan," ungkapnya.

Lanjutyna, diharapkan juga Disdukcapil turun lapangan mempercepat dan memperbanyak perekaman. “Disdukcapil harus menggunakan sistem jemput bola. Dan itu juga telah disepakati semua pihak yang ada di 15 kabupaten/kota. Jadi terkadang ada masyarakat yang datang dan Disdukcapil tutup, maka sebenarnya mereka sedang turun melakukan perekaman di desa. Ini memang wajib kita lakukan, agar supaya semua masyarakat tercover dengan baik. Jadi pada dasarnya, selama libur ini pelayanan tetap berjalan dengan normal," terangnya.

Di sisi lain, pengamat pemerintahan Dr Alfons Kimbal mengatakan, sesuai amanat UU pelayanan publik kepada masyarakat memang harus dilakukan secara prima. Artinya, tidak ada hari libur dalam melayani masyarakat.

"Semua masyarakat harus bisa dilayani dengan baik. Waktu libur ini kan bisa dijadikan momen pulang kampung. Sehingga semua urusan yang harus dilakukan di kampung bisa dilaksanakan. Jadi wajar kalau semua unit pelayanan harus membuka diri saat libur," jelasnya.

Kimbal mengingatkan, jangan semua instruksi hanya menjadi formalitas belaka. Karena, jika pimpinan tidak tegas maka staf tak akan melakukan pelayanan.

"Pengalaman saya seperti itu. Katanya buka, namun ketika datang semuanya tutup. Jangan sampai instruksi sekarang ini hanya jadi formalitas seperti waktu-waktu yang lalu. Membuka pelayanan publik saat libur ini kan, bukan hal yang baru. Jadi saya harap ketegasan dari pimpinan sangatlah dibutuhkan. Apalagi ini amanat UU, jadi sepatunya memang harus diikuti," tandasnya.(tr-02/can)

Kirim Komentar