12 Jun 2018 08:35

Pemindahan Sungai Kayuwale Diduga Tak Sesuai Prosedur

MyPassion
Sadat Minabari

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemindahan Sungai Kayuwale, dinilai warga Kelurahan Pinasungkulan, tidak sesuai prosedur yang berlaku. Pasalnya peralihan sungai tersebut tanpa diketahui oleh masyakat bahkan pemerintah setempat.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung langsung turun ke lokasi dan rencana akan mengecek seluruh izin pemindahan sungai tersebut.

Namun, menurut Kepala DLH Sadat Minabari ketika dikonfirmasi Jumat (8/6) lalu, DLH belum mendapatkan hasil dikarenakan tidak menemui pihak PT Maires Soputan Maining (MSM) yang bisa menjelaskan soal itu.

"Tim DLH sudah siap turun lapangan sejak hari Senin kemarin, tapi masih menunggu konfirmasi kesediaan pihak perusahaan karena kemarin ada pemeriksaan dari petugas lainnya. Namun sampai hari ini belum ada informasi," katanya.

Lanjut Minabari, sampai saat ini pihaknya terus mencari penjelasan dari PT MSM.

“Karena kami memang tidak mengetahui adanya kegiatan pemindahan sungai tersebut, lantaran tidak ada pemberitahuan," tukasnya.

Sementara itu, menurut pemerhati lingkungan Kota Bitung Bill Turang, aktivitas peralihan sungai tersebut, terindikasi merusak Lingkungan. Tak hanya itu, kata dia kegiatan tersebut juga sudah merubah bentang alam yang tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada bencana.

"Dampak dari kegiatan peralihan sungai tersebut adalah kerusakan lingkungan dan sudah merubah bentang alam. Bukan tidak mungkin bencana alam akibat perusakan terjadi dan yang sangat disayangkan pemerintah setempat tidak mengetahui kegiatan tersebut," tuturnya.

Lanjutnya, peralihan Sungai Kayuwale ini diduga modus perusahaan untuk mengeruk hasil yang ada di bawah sungai dan sekitar wilayah sungai.

"Jadi untuk mengambil hasil ini harus bermoduskan peralihan sungai, kalau tidak seperti itu mana bisa mengambil hasil yang ada di bawah sungai. Kan sungai adalah milik negara dan rakyat," tandasnya.(tr-03/tan)

Kirim Komentar