12 Jun 2018 10:30

Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Sangihe Tinggi

MyPassion
Lusiana H Solang

MANADOPOSTONLINE.COM—Tahun 2018 ini, kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe terbilang tinggi. Dari data yang berhasil dirangkum di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sangihe selang Januari-Mei 2018 tercatat sebanyak sembilan kasus. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas P3A melalui Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak Lusiana H Solang SH. “Berdasarkan data pada kami, selang Januari sampai Mei 2018, jumlah temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menimbulkan korban sebanyak sembilan orang, untuk  perempuan sebanyak 4 orang dan anak 5 orang,” ungkap Kabid.

Lanjutnya, dari dinas terkait, upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini diantaranya memanggil korban dan pelaku untuk menyelesaikan secara damai.

“Untuk Pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami akan memanggil pihak korban yang terlapor dan pelaku untuk sama-sama dengan cara mediasi dan menyelesaikan kasus secara damai," ujarnya.

Namun tambahnya, akan berbeda jika sudah masuk dalam tindakan penganiayaan. "Akan diproses secara hukum jika kasus tersebut sudah anarkis atau penganiayaan," tambahnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Iptu D Tampenawas Ssos membeberkan, sesuai dengan data Polres Sangihe untuk kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2017 sebanyak 102 kasus.

"Jadi berdasarkan data laporan kasus dengan rincian kekerasan terhadap Perempuan sebanyak 70 kasus, sedangkan untuk kekerasan terhadap anak sebanyak 32 kasus di tahun 2017," pungkasnya.(wan/gel)

Kirim Komentar