12 Jun 2018 09:44

Kejaksaan Tomohon Ajak Warga Pelototi Penggunaan Anggaran

MyPassion
Tim TP4D Kejari Tomohon ikut mengawasi penyerahan bantuan sarana RTLH di Kelurahan Kinilow, baru-baru ini. (Dok Kejari Tomohon)

MANADOPOSTONLINE.COM—Ratusan miliar proyek pembangunan fisik dan prasarana yang terbagi dalam sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dipelototi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon. Yang terbaru, pengawalan dan pengamanan kegiatan pengadaan bahan bangunan untuk peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di 10 kelurahan. Total anggaran teralokasi pada proyek ini sekira Rp 7 miliar. Belum lagi pembangunan serta revitalisasi Stadion Parasamya dan Sport Hall yang menelan anggaran sekitar Rp  23 miliar.  “Termasuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tomohon, intinya upaya preventif dari pengadaan sejumlah sarana dan prasarana,” ungkap Kejari Tomohon Edy Winarko melalui Kasie Intel Wilke Rabeta.

Lanjut Rabeta, upaya pengawasan ini tak tertutup kemungkinan dilakukan oleh semua pihak, termasuk masyarakat didalamnya. “Kalau ada kejanggalan atau ketidaksesuaian antara program dan realisasi di lapangan, masyarakat bisa memberikan masukan atau informasi,” kata dia.

Sembari menambahkan, penunjukan kontraktor yang merealisasikan proyek wajib sesuai standar dan prosedur yang ditentukan. “Jadi bukan karena ada unsur kedekatan dengan pejabat atau penyedia proyek,” tukasnya.

Terpisah,  Kepala Dinas PUPR Kota Tomohon Enos Pontororing mengatakan, upaya pendampingan dari aparat penegak hukum diperlukan guna menjamin kelangsungan program, terlebih penggunaan anggarannya tak sedikit.  “Sangat baik, karena dari sisi pencegahan terjadinya penyalahgunaan biaya operasional. Kita terbantu karena kehadiran TP4D termasuk didalamnya Kejari,” ujarnya. (jul/fgn)

Kirim Komentar