11 Jun 2018 09:01

Polisi Kawal 807 Masjid Sulut

MyPassion
Ibrahim Tompo

Polisi Kawal 807 Masjid Sulut///

MANADOPOSTONLINE.COM—Operasi Ketupat sudah mulai berjalan sejak Kamis (7/6). Tak ingin kecolongan, jajaran Polda Sulut sudah melakukan berbagai persiapan. Termasuk mengidentifikasi sasaran penjagaan dan pelayanan yang ada selama hari raya Idul Fitri.

Mulai dari masjid dan lapangan untuk salat id. Tak hanya itu, beberapa tempat keramaian dan objek vital seperti tempat wisata dan bandara menjadi atensi satgas operasi ketupat.

“Data nasional, ada 173.397 personel pengamanan gabungan terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait terlibat langsung dengan operasi ketupat ini. Selain sudah dibentuk 66 pos pengamanan dan pelayanan di Sulut, Satgas yang menjadi sasaran pengamanan yaitu tempat ibadah masjid, tempat Sholat Id dan beberapa objek vital lainnya,” jelas Kabid Humas Polda Sulut Ibrahim Tompo, Minggu (10/6). “Untuk masjid ada 807, sedangkan lokasi salat id ada 79 yang akan mendapat pengawalan ketat,” sambung Tompo.

Ditambahkannya, kekuatan penuh satgas Ops Ketupat berada di tiap daerah. “Khusus pengamanan di Sulut, totalnya ada 4.285; yang terdiri dari 1.290 polisi dan 2.995 personel gabungan dari instansi lain. Semua itu akan dibagi dalam pos-pos pelayanan dan pengamanan di masing-masing daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam apel Gelar Pasukan yang diikuti seluruh jajaran Polda Sulut, dipimpin oleh Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Johni Asadoma. Dalam apel tersebut Wakapolda menyampaikan, Ops Ketupat Tahun 2018 diselenggarakan jajaran Polda Sulut selama 18 hari hingga 24 Juni mendatang.

“Ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai satgas dalam ops ketupat tahun ini. Keempatnya ialah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Kemudian potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya seperti street crime. Terakhir yaitu tindak pidana terorisme. Semua itu harus menjadi atensi dan kita waspadai bersama,” pungkas Asadoma.(rgm/gnr)

Kirim Komentar