11 Jun 2018 10:12

Flu Burung Tak Pengaruhi Penjualan Ayam di Mitra

MyPassion
Teddy Langoy

MANADOPOSTONLINE.COM—Temuan ratusan unggas yang mati akibat positif flu burung, tak mempengaruhi harga jual di Minahasa Tenggara (Mitra). Sepekan menjelang lebaran, harga ayam masih tetap normal.

Hal itu, diungkapkan Alfrets Singon, pedagang ayam daging yang biasa berjualan di Pasar Ratahan. “Untuk harga ayam tetap normal, berkisar di harga 35 ribu hingga 40 ribu per kilo. Namun itu berlaku untuk ayam daging,” katanya, Sabtu (9/6).

Bahkan, menurutnya  dalam beberapa pekan harga ayam sama sekali tak terjadi kenaikan ataupun penurunan. Karena pasokan ayam daging yang masuk di Pasar Ratahan berasal dari Tomohon. “Memang sempat kaget dengan adanya kabar flu burung. Namun hal itu sama sekali tak menyebabkan terjadi kenaikan atau penurunan harga ayam daging. Karena ayam daging yang dijual kami ambil dari Tomohon,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM melalui Kepala Bidang Perdagangan Teddy Langoy mengungkapkan, penjualan ayam daging hingga H-7 lebaran sama sekali belum terjadi kenaikan.  “Itu dari hasil rapat kami yang kami laksanakan baru-baru ini. Bahwa harga ayam hingga kini masih normal,” bebernya.

Langoy pun memastikan ayam yang dijual di seluruh pasar di Kabupaten Mitra aman dari flu burung. Karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Bidang Peternakan.

“Penyebaran virus flu burung dipastikan sudah habis. Karena Dinas Pertanian sudah melakukan pencegahan dengan penyemprotan di wilayah yang terdeteksi. Kemudian juga sudah lakukan pemusnahan ratusan unggas,” jelasnya.

Lanjut Langoy, ayam daging yang masuk di Kabupaten Mitra tergolong aman. Karena sebagian besar berasal dari luar. “Kan dipasok dari Tomohon. Kemudian yang terkena flu burung baru-baru ini, itu kebanyakan ayam kampung dan bebek. Namun itu juga hanya di beberapa desa,” tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar