09 Jun 2018 11:10

Waspada Rip Current Saat Liburan ke Pantai

MyPassion
Ilustrasi Pantai

MANADO—Libur panjang sudah tiba. Tempat wisata akan dikepung pengunjung. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror mengatakan, masyarakat yang akan berlibur di pantai harus mewaspadai Rip Current.

 

"Ini adalah arus kuat dari air yang bergerak menjauh dari pantai. Rip Current ini akan mampu menyapu perenang terkuat sekalipun untuk lebih jauh ke laut. Ini yang masyarakat Sulut harus perhatikan," jelasnya.

Sebagian masyarakat menurut Aror, lebih memandang ombak, ubur-ubur, atau hiu adalah hal yang paling mengancam. Namun jelasnya, berdasarkan studi di Australia tahun 2013, Rip Current membunuh lebih banyak orang dibandingkan hiu, siklon, ataupun banjir di daerah tersebut.

"Rip Current ini disebabkan adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai. Sehingga menyebabkan arus balik dengan kecepatan tinggi," tutur Aror.

Lanjutnya, kecepatan dari Rip Current bervariasi. Tergantung dari gelombang, pasang surut, dan bentuk pantai. "Masyarakat atau pengunjung harus menaati aturan. Apabila terseret Rip Current, yang dilakukan adalah jangan melawan arus. Masyarakat juga harus bisa berenang keluar dari arah arus. Dan yang terakhir itu, perenang harus berada tetap di permukaan air," kuncinya. (tr-02/gel)

Kirim Komentar