09 Jun 2018 12:35

Waspada Peredaran Mie Boraks di Tomohon

MyPassion
Jajaran Forkopimda Kota Tomohon serta perwakilan BBPOM Manado melakukan sidak kebutuhan pokok di salah satu pusat perbelanjaan, Jumat (8/7) kemarin.

MANADOPOSTONLINE.COM—Jelang perayaan hari raya Idul Fitri, konsumsi bahan makanan dipastikan meningkat. Ironisnya, masih banyak bahan makanan tidak layak yang beredar. Baik di pasar tradisional maupun di supermarket. Termasuk peredaran mie mengandung zat kimia berbahaya macam boraks. Kemarin, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) bersama Forkopimda Kota Tomohon melakukan razia. Dan menemukan mie yang diduga mengandung boraks. “Ini baru dugaan, ada uji tes selanjutnya yang akan kita lakukan. Saat ini kita tes singkat, kadar boraksnya 0,5 persen,” ungkap Kepala BBPOM Manado, Rustyawati.

Dia mengakui, berdasarkan pemantauan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pedagang yang menjajakan mie basah, menggunakan boraks menurun drastis. “Kalau tahun lalu, justru ada kurang lebih lima tempat kita temukan. Ini artinya, kesadaran pelaku usaha sudah mulai membaik. Meski, seharusnya tidak menggunakan zat berbahaya tersebut,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman mengatakan, pengawasan dan monitoring pemasok bahan makanan wajib diperketat. “Jangan lagi ada yang menggunakan boraks, harusnya pedagang tahu bahwa zat tersebut bahaya jika dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Dia pun menginstruksikan semua instansi terkait untuk segera mengambil tindakan cepat, guna memberikan dan mengembalikan rasa nyaman masyarakat berbelanja tak hanya dipasar tradisional juga di pusat-pusat perbelanjaan lainnya. “Segera turun, minimarket dan semua warung disisir. Ada tim dari Dinas Perdagangan koordinasi dengan Dinas Pangan,” singkat Eman.

Terpisah, Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi mengatakan, bagi penjual dan produsen yang terbukti melanggar aturan siap-siap berhadapan dengan proses hukum. “Ini kan masih diperiksa lagi oleh BBPOM. Kalau memang secara sengaja, dan sudah berlangsung lama, tentunya, ada proses penyidikan nanti,” ujar Kusmayadi. (jul/fgn)

 

Kirim Komentar