09 Jun 2018 10:19

Kalawat Koleksi Bangunan Tak Sesuai Aturan

MyPassion
DPRD Minut menggelar dengar pendapat bersama Dinas PTSP dan warga GMIM Syalom Tetempangan, Jumat (8/6) kemarin. (Ridel/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Banyaknya gedung baru di Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara (Minut), ternyata masih dikeluhkan warga setempat. Salah satunya bangunan di samping GMIM Syalom Tetempangan.

Bahkan keluhan warga tersebut, Jumat (8/6) kemarin, sudah dilakukan hearing bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang difasilitasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut.

Ketua jemaat GMIM Syalom Tetempangan Wilayah Kalawat I, Pdt Ferry Rugian mengatakan, pihaknya keberatan dengan adanya gedung yang sementara di bangun samping gedung gereja. "Kami merasa ini tidak sesuai prosedur. Karena tidak meminta izin kepada warga sekitar," katanya.

Lanjutnya, saat mereka membangun bangunan tersebut, sangat mepet dengan gereja. "Ini kan tempat ibadah, jadi kalau sudah terlalu mepet, maka sirkulasi udara sudah tidak lancar dan sangat mengganggu jemaat beribadah," keluhnya.

Maka dari itu, kami sudah beberapa kali ke DPRD dan Dinas PTSP, mempertanyakan bangunan tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Minut, Jantje Longdong mengatakan, pihaknya menggelar dengar pendapat/hearing dari warga dan Kadis PTSP. "Dalam rapat hearing tersebut, kami menanyakan kenapa sampai diberikan izin. Dengan begitu  kami akan meninjau kembali surat keabsahan yang di keluarkan PTSP  tentang pembangunan gedung usaha tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Denny Sompie mengatakan, jadi kami akan melihat dokumen IMB. "Kami berencana akan mengundang kembali instansi terkait untuk dengar pendapat kembali, kita akan melihat apakah pembuatan izin ini sudah sesuai prosedur apa tidak. Jika ada celah, kami akan menyuruh PTSP akan mencabut ijin tersebut," terangnya.(tr-04/ria)

Kirim Komentar