09 Jun 2018 09:26
521 Kasus Berlabuh di Polda Sulut

Awas!!Rampok Incar Warga

MyPassion

MANADO—Meningkatnya aktivitas perekonomian jelang hari raya besar, sering dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Jika warga lengah, bisa jadi korban tindak pidana seperti rampok atau pencurian.

 

Bukan tanpa alasan, kasus rampok/pencurian di Sulawesi Utara (Sulut) tergolong banyak. Selang Januari-Mei 2018, Polda mencatat ada 521 kasus berlabuh di Mapolda. Dari 521 kasus, yang dituntaskan baru 242 laporan. Sisanya masih penggodokan.

Terkait kasus perampokan, ini biasanya dilakukan para pelaku terhadap nasabah bank. Korban biasanya sudah dilirik sejak di bank, kemudian dibuntuti. Ketika korban lalai memarkir kendaraan, disitulah para pelaku beraksi. Dengan cara memecahkan kaca jendela mobil.

Kemudian kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Umumnya modus para pelaku, melihat sepeda motor yang tidak terkunci atau terparkir di suatu tempat yang tidak terlihat orang banyak. Modus lainnya curanmor, yakni menggunakan kekerasan. Pelaku secara berkelompok mengikuti korban dan memaksa korban menghentikan kendaraan. Modus ini terkadang menggunakan ancaman senjata tajam. Bahkan ada pelaku yang tidak segan melukai korban.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat perbelanjaan, juga harus waspada. Para pelaku biasanya melihat korban yang menggunakan perhiasan atau membawa tas bermerek. Selain merampas, ada juga pelaku yang menggunakan ilmu hipnotis.

Kasus-kasus tersebut, berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Menekan kejahatan pencurian tidak hanya tugas kepolisian. Harus ada kerja sama dari semua pihak. Tentunya, membuat program untuk memberantas kemiskinan dengan perluasan lapangan dan kesempatan kerja,” sebut Pakar Hukum Pidana Dr Wenly Lolong MH.

Ditambahkan akademisi Toar Palilingan MH, diperlukan respon cepat dari tim-tim khusus kepolisian. “Jika diamati, kejahatan jalanan seperti pencurian yang selama ini mengganggu keamanan dan kenyamanan, sangat takut dengan adanya tim-tim khusus jajaran Polri. Misalnya Tim Barracuda, Manguni, Paniki dan lainnya. Ini yang perlu ditingkatkan untuk bisa menekan kasus pencurian,” sarannya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo mengimbau masyarakat agar tetap waspada. “Terutama jika rumahnya ditinggalkan dalam keadaan kosong saat akan mudik,” ujarnya. Bagi warga yang ingin menarik uang di bank, ia menyarankan agar menggunakan jasa kepolisian. “Supaya bisa dikawal,” pesan Tompo. “Identifikasi juga orang-orang yang tidak dikenal pada lingkungan tersebut. Namun, jangan ada yang bertindak main hakim sendiri. Jika ada hal yang dianggap mencurigakan, laporkan ke aparat atau petugas kepolisian dan TNI yang ada,” tandasnya.(rgm/gnr)

Kirim Komentar