09 Jun 2018 09:53

16,2 Ton Padi Berhasil Dipanen di Minut

MyPassion
Bupati Vonnie Anneke Panambunan bersama Asisten I Rivino Dondokambey, Asisten II Allan Mingkid, Kadistanakbun Jan Sinaulan, serta camat dan sejumlah Kumtua, saat melakukan panen dan pemberian bantuan bibit serta pupuk, Jumat (8/6) kemarin. (Dok Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras di Minahasa Utara (Minut), Pemeritah Kabupaten (Pemkab) lewat Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, berhasil mencetak lahan sawah sekira 6 hektare.

Bahkan, Jumat (8/6) kemarin, lahan sekira 6 hektare tersebut, yang terletak di Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan, mulai dipanen. Menariknya, panen awal dilakukan Bupati Vonnie Anneke Panambunan, didampingi Asisten I Rivino Dondokambey, Asisten II Allan Mingkid, Kepala Distanakbun Jan Sinaulan, Camat Kauditan Marto Rasumbala dan sejumlah Hukum TUa (Kumtua).

VAP sapaan akrab Panambunan dalam sambutannya mengatakan, sangat bersyukur, karena bisa bersama-sama petani dan TNI melakukan panen padi. “Ini karena anugerah Tuhan, hingga Minut semakin diberkati, diberikan tanah yang gambus dan tumbuhan yang subur, hingga bisa menghasilkan seperti saat ini,” ujar VAP.

Lanjutnya, Ia berharap, semua pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat bisa membuka lahan baru dan bisa dimanfaatkan untuk bisa berproduksi. “Terima kasih juga kepada TNI yang terus bersemangat bersama warga mencetak sawah di Paslaten, hingga saat ini sudah bisa dipanen,” tukasnya.

Sementara itu, Kadistanakbun Jan Sinaulan mengungkapkan, lahan cetak sawah  ini, merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertanian dengan TNI, sebagai komitmen melaksanakan program Nawacita dalam Bidang Ketahanan Pangan Nasional. Serta yang ditindaklanjuti lewat kontrak kerja antara Korem dengan Dinas Pertanian Peternakan Provinsi dan Kabupaten. “Untuk Minut, realisasi cetak sawah 150 hektare, yang tersebar di 13 desa, 6 kecamatan dan untuk saat ini, yang dipanen sekira 6 hektare, diperkirakan 16,2 ton beras. Karena 1 hektare, bisa produksi 2,7 ton. Lokasi cetak sawah baru sudah ada yang panen selang Januari-Mei 2018,” jelasnya.

Tetapi kata Sinaulan, sebagian masih ada yang akan di panen Juli nanti. Untuk biaya cetak sawah baru ini, merupakan full bantuan. Dimana petani selain lahannya dicetak, menerima bantuan benih dan pupuk. Dengan harapan, petani dapat mengelolah secara maksimal lahan sawah tersebut, demi peningkatan produksi beras secara nadional yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.(ria)

Kirim Komentar