08 Jun 2018 09:52

Suara Menteri Bulat, Prof Ellen Lanjut Pimpin Unsrat

MyPassion
Ellen Kumaat

MANADO—Prof Ellen Kumaat masih sakti. Dirinya kembali dipercayakan lanjut memimpin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2018-2022. Pada pemilihan rektor (pilrek) yang berlangsung Jumat (7/6) siang, ia menyisikan dua calon lain, yaitu Prof Telly Sumbuh dan Prof Dody Sumajouw.

 

Prof Ellen unggul jauh. Dari total 113 kertas suara yang dicoblos, ia unggul 73 suara. Disusul Prof Telly 18 suara dan Prof Dody 14 suara. Sementara, 1 surat suara dinyatakan rusak, 1 abstain. Kemudian, ada dua anggota senat tidak memilih meski hadir (abstain hadir). Diketahui, total anggota senat ada 75 orang (65 persen).

Proses pilrek ini dihadiri Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Prof Ali Ghufron Mukti. Ia datang sebagai pejabat yang diberi kuasa dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sekaligus mewakili Menristekdikti Mohamad Nasir, untuk menyalurkan 40 suara (35 persen). Jika melihat hasil pemilihan, suara menteri nyaris bulat kepada Prof Ellen. Karena saat penyaringan calon 11 April lalu yang hanya diikuti anggota senat, Prof Ellen meraup 38 suara. Kemudian Prof Telly 18 suara, dan Prof Dody tujuh suara.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Manado Post, mulai pukul 12.00 Wita proses pemilihan sudah dimulai. Diawali dengan makan siang, satu persatu anggota Senat Unsrat berdatangan. Ada hal menarik dalam pemilihan rektor kampus Tumou Tou kali ini. Lantai 4 tempat pelaksanaan pemilihan, disterilkan. Wartawan tak diizinkan masuk karena pemilihan berlangsung tertutup.

Pun akses masuk rektorat dijaga ketat kepolisian bersenjata lengkap. Terlihat pula puluhan sekuriti ikut berjaga. Tepat pukul 15.00 Wita, layar monitor yang terpasang di lobi rektorat, memampang daftar hasil penghitungan suara, yang dimenangi Prof Ellen.

Prof Ellen yang ditemui usai pemilihan mengaku bersyukur kepada Tuhan. Dia menegaskan, akan bekerja semaksimal mungkin di periode selanjutnya. “Kedepannya kita tetap bekerja, kerja dan kerja. Dan terus meningkatkan Unsrat yang lebih baik lagi,” tutur lulusan Institut National des Sciences Appliquees de Toulouse, Perancis itu.

Terkait sejumlah persoalan yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR), ia mengaku secepatnya diselesaikan. “Itu kan sangat personal. Kita harus rangkul semua untuk Unsrat yang lebih baik,” tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar