07 Jun 2018 10:50

Komisi I: Kabag Humas Mitra Coreng Nama Baik Instansi

MyPassion
Dekker Mamusung

MANADOPOSTONLINE.COM—Komisi I DPRD Minahasa Tenggara (Mitra), segera mengusulkan hearing terhadap kinerja Kabag Humas Protokoler Pemkab Mitra. Anggota dewan ini menilai, ia telah mencoreng nama baik sebagai PNS Mitra.

“Apalagi dengan adanya kabar bahwa yang bersangkutan lari dari tanggung jawab terkait kasus tabrakan akhir tahun lalu. Kami akan pertanyakan itu,” kata Anggota Komisi I Dekker Mamusung, Rabu (6/6) kemarin saat diwawancarai harian ini.

Kapan waktu hearing? Katanya akan menunggu anggota komisi I lainnya, karena sebagian masih tugas luar (TL). “Kami akan koordinasikan ini dengan pimpinan komisi. Kalau sudah baru, dilanjutkan ke pimpinan DPRD,” terangnya.

Menurut Mamusung, terkait masalah pertanggungjawaban korban tabrakan, itu adalah masalah pribadi yang bersangkutan. “Namun tetap saja dinilai mencoreng nama baik instansi. Apalagi saat kejadian menggunakan mobil dinas. Ini akan jadi bahan yang dipertanyakan nanti,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I Corry Kawulusan mengatakan, akan usulkan hearing ke pimpinan DPRD. Dengan melihat hasil laporan. “Misalnya soal kinerja, atau tindakan-tindakan lainnya. Tapi kami koordinasikan ini terlebih dahulu ke pimpinan DPRD,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I Fanly Mokolomban menyatakan, jika memang dilakukan hearing, pihaknya akan mempertanyakan masalah kinerja. Hingga kabar yang beredar terkait dugaan tidak bertanggung jawab yang dilakukan bersangkutan. “Akan dipertanyakan mulai dari kinerja, kemudian bagaimana penyerapan anggaran di humas,” pungkas Mokolomban.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Mitra Franky Wowor menyebutkan, dirinya terus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi. “Tiap kegiatan dari plt bupati, kami dari Humas dan Protokoler terus hadir. Serta untuk tupoksi kami, baik untuk rilis pemberitaan ataupun foto terus dilakukan. Yang pasti kami tidak pernah ada tekanan. Kami bekerja sesuai tupoksi kami,” tepisnya saat dikonfirmasi Senin lalu.

Terkait kasus penabrakan, ia menyebutkan sudah lakukan ganti rugi. Dengan membayar Rp 10 juta kepada korban. “Setahu saya, dalam perjanjian tersebut hanya ganti rugi hingga korban keluar rumah sakit,” sebutnya. Tapi ia menyatakan, siap jika dipanggil polisi. “Tentu saya siap memberikan keterangan jika ini dipermasalahkan di kepolisian,” tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar