07 Jun 2018 13:19

Harga Kopra Terjun Bebas, Petani di Kotamobagu Minta Pemerintah Cari Solusi

MyPassion
Penampungan Kopra di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan mengalami penumpukan akibat kurangnya ekspor ke daerah lain, Rabu (6/6). (Claudia Rondonuwu/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Harga kopra terjun bebas. Dari Rp 8.000  turun hingga Rp 2.800 per kilogram. Para petani kelapa di Kotamobagu meminta pemerintah mencarikan solusi.

Salah satu petani kelapa asal Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat Winarso Paputungan mengatakan, harga kopra yang menurun drastis membuat dirinya malas mengolah kelapa menjadi kopra. Menurutnya, tak ada keuntungan malah kerugian yang didapatkan. "Entah apa yang membuat harga kopra ini turun drastis dan tidak wajar. Padalah pasokan kopra dari para petani itu banyak. Kami minta pemerintah menjawab dan carikan solusi terkait hal ini," jelas Narso, sapaannya.

Salah satu pembeli kopra di Kelurahan Motoboi Kecil Sandi Kandoli mengungkapkan, memang harga kopras saat ini anjlok. Menurutnya itu disebabkan karena produksi yang banyak kemudian permintaan sedikit. "Salah satu yang menyebabkan karena permintaan sedikit namun produksi yang banyak. Sehingga kopra yang dihasilkan banyak yang tertampung," ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kotamobagu Muljadi Surotenojo menuturkan, harga kopra yang turun disebabkan karena ekspor kopra yang menurun, sedangkan produksinya meningkat.

"Kami sangat prihatin dengan turunnya harga kopra tersebut. Harusnya harga kopra yang ditetapkan pemerintah lima ribu ke atas. Nah, dalam rangka penjualan hasil pertanian, kami sudah berkoordinasi dengan pihak bulog untuk membeli hasil-hasil pertanian ini," ujar Surotenojo.

Terpisah, Kepala Bulog Kotamobagu Petrus Batseran menambahkan, hasil pertanian belum bisa dipastikan dapat dibeli oleh Bulog. Namun, pihaknya sudah mengajukan dan tinggal menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pusat untuk pembelian hasil pertanian. "Mudah-mudahan itu bisa direkomendasikan," pungkasnya.(tr-06/tan)

Kirim Komentar