07 Jun 2018 09:30

Belum Satupun Calon Raih Dukungan Mayoritas, Pilrek Unsrat Tegang

MyPassion

MANADO—Peta kekuatan tiga calon rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2018-2022 seimbang. Pemilihan rektor (pilrek) dipastikan berlangsung tegang. Prof Ellen Kumaat, Prof Telly Sumbuh dan Prof Dody Sumajow, punya keunggulan masing-masing.

 

Sekretaris Senat Unsrat Prof Patar Rumapea mengatakan, persiapan pemilihan sudah rampung. “Terkait persiapan pemilihan Rektor besok (hari ini), sudah siap semua. Sudah standby, tinggal menunggu waktunya. Dan akan dilaksanakan di ruang sidang kantor pusat lantai 4,” katanya, sembari menambahkan untuk utusan senat yang akan memberikan suara, dipastikan 100 persen hadir.

Prof Rumapea menjelaskan, ada 75 anggota senat yang akan memberikan hak suara. “Total suara yang akan disalurkan ada 115 suara. Jadi jumlah anggota senat kan 75 orang (65 persen), ditambah suara menteri 35 persen atau 40 suara. Jadi ada 40 suara menteri ditambah 75 suara anggota senat, totalnya 115 suara,” terangnya.

Akademisi Fispol Unsrat ini juga menambahkan, sistem pemilihan adalah one man one vote. “Untuk menentukan kuorum, adalah yang memperoleh suara terbanyak. Nantinya berlangsung manual, mencontreng nama yang akan dipilih dalam kertas suara yang sudah disiapkan. Sudah ditulis,” tegasnya.

“Dan untuk suara Menteri, suaranya kan 35 persen. Yang mencoblos itu satu orang yang diutus menteri, dengan kertas suara sama yang digunakan anggota senat. Dan akan diambil (dipilih) di ruang pemilihan. Jadi apa yang dicontreng oleh anggota senat, itu juga yang akan dicontreng oleh suara menteri. Jadi sama. Tidak bisa diketahui, mana suara menteri, mana suara anggota senat,” terangnya.

Untuk utusan Kemenristekdikti, kata Rumapea belum diketahui. “Pemilihan dimulai pukul 2 siang. Dengan diawali makan siang bagi yang tidak puasa. Dan memang ini sidang senat tertutup. Jadi setelah sidang selesai, baru akan disampaikan hasilnya,” pungkasnya.

Diprediksi, jika suara Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) dibagi tiga, Prof Ellen bakal kembali menjabat untuk kali kedua hingga 2022 mendatang. Prof Ellen dikenal memiliki basis suara dalam kepengurusan senat. Tapi jika suara menteri hanya diberikan pada satu calon, Prof Telly Sumbu dan Prof Doddy, tetap punya peluang besar. Pasalnya, Prof Telly lumayan kuat di kementerian. Suaminya Prof Donald Rumokoy pernah menjabat rektor Unsrat. Sementara Prof Doddy pada Pilrek lalu, suaranya terbanyak waktu itu. Tapi Menristekdikti memberikan 35 persen suara kepada Prof Ellen.

Di sisi lain, tahapan pemilihan rektor Unsrat ini diduga masih berpolemik. Penyebabnya salah satu bakal calon tak diakomodir, yaitu Prof Grace Kandou. Pihak dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat itu, saat ini sedang mengambil langkah hukum, baik di Polda Sulut hingga ke kementerian terkait. Pasalnya, Prof Grace dianggap melakukan plagiat saat mengurus guru besar.

Padahal, dalam putusan PTUN, hal itu tak terbukti. Sementara terkait tuduhan auto plagiat (karya sendiri yang dipublikasi di jurnal dan prosiding), tidak melanggar atau belum diatur di Permen 17/2010. Pemilihan rektor Unsrat akhirnya berlanjut setelah sempat ‘jedah’. Lewat surat Kemenristek-Dikti bernomor 2375/A.A2/KP/2018 tanggal 5 Mei 2018, kementerian memastikan hadir dalam proses pemilihan hari ini.

12
Kirim Komentar