07 Jun 2018 10:44

2.610 Wajib KTP di Mitra Terancam Tak Gunakan Hak Suara

MyPassion
David Lalandos

MANADOPOSTONLINE.COM—Ada 2.610 wajib KTP terancam tak bisa gunakan hak suara pada Pilkada Minahasa Tenggara (Mitra). Pasalnya, hingga H-20, mereka belum lakukan perekaman E-KTP. “Dari 85.730 wajib KTP, yang baru melakukan perekaman 83.120,” sebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mitra David Lalandos, Rabu (6/6).

Meski, sudah mencapai 83.120 warga yang merekam. Namun menurut Lalandos, yang pemegang E-KTP baru 76.631. Sedangkan 3.194 baru akan dicetak, atau sudah sementara disalurkan. “Dipastikan 79.825 sudah memegang E-KTP,” katanya.

Selain itu, ada 114 yang sudah dalam tahap pengiriman. Atau biasa dibilang sudah rekam tapi tak bisa cetak. “Sehingga kami lakukan pengiriman ke pusat. Itu akan dilihat masalah apa yang menjadi kendala,” jelas Lalandos.

Menurutnya, sebanyak 94 warga sudah lakukan perekaman, namun sudah dalam proses pindah dari Mitra. Kemudian ada 984 warga yang merekam memiliki data ganda. “Kalau untuk yang akan pindah dari Mitra, E-KTP nya bisa diambil di sini. Ataupun dibuat surat keterangan sudah merekam. Sehingga bisa mengambil di daerah barunya. Sedangkan untuk masalah data ganda itu akan kami panggil guna konfirmasi data mana yang akan dihapus,” paparnya.

Untuk saat ini, Lalandos menuturkan, pihaknya mengoptimalkan proses perekaman. Dengan koordinasi dengan masing-masing kepala desa atau kecamatan. Supaya warga yang belum lakukan perekaman, direkam secara langsung. “Kami langsung perekaman di masing-masing desa,” terangnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Helty Massie mengatakan, untuk warga yang tidak masuk DPT, namun memiliki KTP Mitra, bisa gunakan hak suara. Dengan dimasukkan dalam kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang menggunakan hak pilih di atas jam 12 siang pada hari H. “Dengan memilih berdasarkan alamat di E-KTP," tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar