06 Jun 2018 11:47

Perawatan Situs Budaya di Tonsawang Terkendala Anggaran

MyPassion
Otnie Tamod

MANADOPOSTONLINE.COM—Puluhan situs Budaya di wilayah Tonsawang butuh perhatian. Pasalnya, peninggalan para leluhur yang berada di beberapa titik wilayah Tombatu Raya hingga Touluaan itu, terkesan sudah tidak terawat.

Persoalan ini ditanggapi Ketua LSM Sanggar Budaya Pulau Malesung Ratu Oki Otnie Tamod. Dia menyayangkan banyak situs budaya terkesan dibiarkan. Padahal situs budaya bisa menjadi objek wisata di Kabupaten Mitra.

“Ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Terutama dalam menganggarkan supaya adanya pemeliharaan situs budaya. Karena kebanyakan situs budaya yang ada sudah seperti dibiarkan. Jangan hanya wisata pantai lakban saja yang di perhatikan" ujarnya.

Lanjut Tamod, untuk pemeliharan situs budaya, bisa dipasangkan berupa monumen. Misalnya papan nama,  serta bisa asal-asal situs budaya tersebut. "Ini bisa dimasukan sebagai pelestarian budaya untuk kedepan nanti. Dengan dibuatnya monumen di situs budaya yang ada. Bahkan situs budaya nantinya bisa dijadikan objek wisata," jelasnya.

Ditambahkannya, di wilayah Tonsawang terdapat puluhan situs budaya. "Namun kebanyakan berupa lesung," sambungnya. Selain itu, Tamod juga berharap adanya perhatiab dari masyarakat. Dalam turut serta melestarikan situs budaya peninggalan leluhur. "Kalau pemerintah dan masyarakat peduli terhadap budaya, dengan membangun dan melestarikan situs budaya yang telah terlantar, maka saya yakin ini suatu saat jadi aset dan dapat mendatangkan devisa bagi Kabupaten Minahasa Tenggara," pungkasnya.

Senada, Sekretaris LSM Sanggar Budaya Pulau Malesung Ratu Oki Boni Momomuat menambahkan, lokasi ini baru sebagian kecil perjalanan investigasi menelusuri situs bersejarah peninggalan leluhur Tounsawang, di Abur, Touluaan-Tombatu yang mulai dilupakan.

“Lokasi-lokasi situs budaya ini kalau kita lestarikan dengan mendirikan monumen, maka bisa jadi pendidikan bagi anak cucu kita. Paling tidak bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di daerah ini," ungkap Tonaas Tuama Leos ini.

Sementara itu,  pemerhati Budaya Jecky Pontoh menambahkan, dari puluhan aset yang sangat langkah ini, perlu dilestarikan. Sebab puluhan situs peninggalan leluhur ini mulai dilupakan dan ditinggalkan generasi muda yang tidak peduli lagi dengan budaya.  "Saatnya kita bangun dan lestarikan situs budaya peninggalan para leluhur ini untuk dijadikan Devisa bagi daerah. Karena ini bila dikelola dengan baik, akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah," ungkapnya.

Pontoh menyebutkan, kalau di beberapa daerah di Minahasa, seperti Kota Tomohon dan Minahasa Utara, mereka mengalokasikan anggaran hingga miliaran rupiah untuk melestarikan budaya termasuk situs budaya peningfalan leluhur.  "Kalau ini menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, pasti ini menjadi kebanggaan bersama. Paling tidak daerah kita punya situs budaya yang lebih hebat dari Bali bila kita kembangkan secara profesional," pungkas Pontoh.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Mitra Desten Katiandagho menyebutkan, pihaknya terkendala anggaran. Sehingga pemeliharaan situs budaya direncanakan dianggarkan kembali tahun depan. “Memang sebelumnya pemeliharaan situs budaya dianggarkan. Bahkan tahun lalu ada 300 juta untuk situs budaya ratu oki. Namun untuk tahun ini anggaran kecil," bebernya saat dikonfirmasi belum lama ini.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar