06 Jun 2018 08:52

Esok Puncak Pertarungan Kumaat Cs

MyPassion
Ellen Kumaat, Telly Sumbu dan Dody Sumajow (Dok.Manado Post Online)

MANADOPOSTONLINE.COM - Jadwal pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sudah ditentukan. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) menjadwalkan pelaksanaan pemilihan, esok 7 Juni.

Itu sesuai surat dari Kemenristek-Dikti bernomor 2375/A.A2/KP/2018 yang didapat Manado Post. Surat tersebut ditujukan Kemenristek-Dikti kepada Ketua Senat Unsrat Manado, sejak 5 Mei 2018.

Surat yang ditandatangani Sekjen Kemenristek-Dikti Ainun Na'im tersebut menyebutkan, proses penelusuran rekam jejak calon Rektor Unsrat periode 2018-2022, telah selesai. “Dan menyatakan proses pemilihan orang nomor satu di Unsrat, dapat dilanjutkan.” Bunyi surat tersebut. Juga disebutkan Kemenristek-Dikti akan menunjuk pejabat yang diberikan kewenangan untuk menghadiri pemilihan rektor, Kamis esok.

Jadwal pemilihan tersebut dibenarkan Ketua Senat Unsrat Prof Janny Kusen MSc. “Surat dari Kemenristek-Dikti untuk pemilihan Rektor Unsrat, dilaksanakan sekira tanggal 7 Juni, itu benar. Pemilihan akan dilaksanakan di lantai 4 gedung Rektorat Unsrat. Dan sudah pasti," tegasnya saat dikonfirmasi tadi malam.

Tapi ia menyebutkan belum mengetahui siapa pejabat Kemenristek-Dikti yang akan datang. “Rencanannya pemilihan akan dimulai sekira pukul 12 siang. Dan yang akan diutus dari Kementerian belum tahu. Namun, siapa saja yang akan diutus kementerian untuk hadir, tidak masalah,” ungkapnya.

Lanjut Kusen, persiapan teknis sudah dimatangkan. “Undangan dan persiapan lain sudah dipastikan siap. Pun terbuka untuk tahapan awalnya. Nantinya kalau sudah tahapan pemilihan akan tertutup,” ungkapnya.

Diketahui, ada tiga calon yang akan bertarung memperebutkan kursi Rektor Unsrat periode 2018-2022. Masing-masing adalah petahana Prof Ellen Kumaat MSc. Kemudian Prof Telly Sumbu, Dekan Fakultas Hukum, serta Prof Dody Sumajouw, saat ini sebagai wakil Rektor Bidang Perencanaan, Penganggaran dan Kerja Sama. Ketiganya telah dinyatakan lolos seleksi tertutup yang digelar Senat Unsrat, April lalu.

Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenristek Dikti Ainun Naim tertanggal 5 Mei 2018. Tapi baru diterima satu bulan kemudian atau 5 Juni. Sementara, Denny Palilingan SH menegaskan, pihaknya segera melakukan gugatan. “Kami akan menggugat. Intinya, pemilihan rektor Unsrat ini inprosedural,” katanya. (cw-02/gnr)

Kirim Komentar