05 Jun 2018 11:36

Kejari Perdalam Kasus Oknum Kepala BPBD Minsel

MyPassion
Sejumlah penyidik Kejari Minsel melakukan penggeledahan di kantor ULP dan BPBD, kemarin pagi. (Jendri Dahar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minsel Lambok Sidabutar turun langsung untuk memperdalam kasus dugaan korupsi yang menjerat oknum Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel. Kajari pun menyambangi Kantor Bupati Minsel bersama rombongan yang turut didampingi Polres. Tujuannya, untuk mencari barang bukti baru.  Rombongan penyidik tiba  di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sejak pagi. Tak lama berselang dia berpindah ke kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP). "Dimana kantor LPSE ?" tanyanya kepada sejumlah pegawai sembari melangkahkan kaki ke tempat yang ditunjuk.

Sesampainya di sana, sejumlah dokumen diperiksa bersama jajaran penyidik yang ikut serta. Secara marathon satu per satu lemari dibuka serta dokumen yang ditemukan diperiksa. Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Arie Prakoso tampak setia memimpin pengawalan penggeledahan. Setelahnya, penggeledahan dilanjutkan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel. "Ini bagian dari pengembangan dugaan korupsi proyek perbaikan darurat perkuatan tembok pantai Kelurahan Ranoiapo, 2016 silam, milik BPBD Minsel yang sedang kita sidik. Serta proyek serupa di Desa Ongkaw dari dana siap pakai BNPB, tahun anggaran 2016," beber dia.

Dia menyebut, penggeledahan dilakukan berdasar tiga surat perintah penggeledahan tertanggal 31 Mei. Serta tiga surat ijin penggeledahan dari PN Amurang Nomor 9,10 dan 11/Pen.Pid/2018/PN.Amr di tanggal yang sama. "Dokumen hasil penggeledahan sudah kita sita untuk dijadikan barang bukti di persidangan dan kepentingan pengembangan penyidikan," ujar pria Batak itu.

Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sendiri memastikan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Minsel pasca penahanan Handrie Komaling. "Segera kita tunjuk Plt besok (hari ini,red). Tunggu saja," tukasnya. (jen/fgn)

Kirim Komentar