04 Jun 2018 11:10

Tiket Senayan Seharga 311 Ribu Suara

MyPassion

MANADO—Perebutan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI makin ketat. Pasalnya, perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menuju Senayan hanya akan diperebutkan sejumlah partai besar ternama. Karena berdasarkan survei LSI, dari 12 partai politik (parpol) lama yang menjadi peserta pemilu, lima di antaranya tidak memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Lebih parah lagi, ambang batas parlemen saat ini naik dari 3,5 persen, menjadi 4 persen.

 

Diprediksi, perebutan kursi DPR masih akan diduduki parpol besar. Karena mereka yang lebih mudah lolos parliamentary threshold. Untuk Sulut sendiri, hanya enam kursi Senayan yang disediakan. Setiap calon harus mengumpulkan sekira 311 ribu suara agar mendapat satu kursi. Ini melihat Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.866 ribu warga.

Selain calon, suara partai juga menentukan perebutan kursi menuju Senayan ini. Seperti perebutan pemilu 2014, suara PDIP berhasil mendapat jatah dua kursi DPR RI, yakni Olly Dondokambey dan Vanda Sarundajang. Selain itu, EE Mangindaan dari Partai Demokrat, Aditya Moha Golkar, Yasti Soepredjo PAN, dan Wenny Warouw Gerindra.

Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh SIP MSi membenarkan, untuk ambang batas parlemen saat ini memang meningkat. "Dari 3.5 persen menjadi 4 persen. Jadi parpol mana saja yang lolos 4 persen se-Indonesia, dia yang berhak mendapatkan kursi di masing-masing provinsi. “Dan ini hanya berlaku bagi DPR RI. Untuk provinsi dan kabupaten/kota tidak," kata Mewoh.

Lanjutnya, untuk aturan teknis penghitungan suara, masih sementara dibuat. "Dalam waktu dekat mungkin akan selesai. Jadi kami masih menunggu aturan itu untuk teknis penghitungan suara nanti, siapa yang berhak mendapat kursi saat pemilihan legislatif,” jelasnya. Yang pasti kata Mewoh, berdasarkan UU, parpol wajib memenuhi 4 persen parliamentary threshold.(ria/can)

Kirim Komentar