04 Jun 2018 11:17

Saling Klaim Kemenangan, Injury Time Penentu

MyPassion

MANADO—Tensi politik merebut kursi orang nomor satu di enam daerah pilkada di Sulut makin tinggi. Pasalnya tinggal 24 hari lagi pertarungan politik lima tahunan itu dihelat.

Seperti di Minahasa, tim pemenangan dua kandidat Ivan Sarundajang -Careig Naichel Runtu (IvanSa-CNR) dan Royke Roring – Robby Dondokambey (R3D) terus berlomba memenangkan hati warga pemilih. Mulai dari kampanye hingga blusukan ke tengah-tengah warga terus dilakukan kedua pasangan calon (paslon) dan tim. Termasuk upaya merebut dukungan di basis massa masing-masing paslon lawan dilakukan. Gesekan-gesekan politik pun tak terhindarkan di lapangan.

Pengamat politik Dr Charles Tangkau MAP mengatakan, kedua paslon  mempunyai basis massa. “Kalau R3D, otamatis dari PDIP sendri punya pendukung yang tradisonal dan fundanmental di Minahasa. Kelompok tradisonal itu sangat memberikan suara sangat siginifikan bagi R3D. Sedangkan dari kalangan ASN akan terbagi. Karena wakil calon bupati Robby Dondokambey adiknya Gubernur Sulawesi Utara. Tentunya secara politik itu sangat berpengaruh. Tetapi IvanSa sendiri juga petahana, sebagai mantan wakil bupati Minahasa,” jelasnya.

Dia juga menilai, massa yang kecewa Jantje Wowiling Sajow (JWS) tidak diusung lagi PDIP tetap ada dan berpotensi berpindah ke kubu lawan. “Sebagian akan mengubah haluan merujuk ke IvanSa. Namun, peta politik dari kalkulasi secara praktis bisa digiring. Tapi dari segi teori itu semua tergantung kedua paslon soal strategi apa yang digunakan untuk memperebutkan hati pemilih,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan, pemilih di Minahasa terbagi tiga. “Kelompok pertama, sifatnya fundamental dan tradisonal yang merupakan pendukung partai. Kedua kelompok pemilih rasional, yang sudah sadar berpolitik yang melihat dari program yang ditawarkan paslon. Ketiga kelompok floating.  Massa yang mengambang ini belum menentukan pilihan. Mana yang menguntungkan itulah yang dipilih. Tapi jika tidak menguntungkan akan masuk dalam golongan putih,” katanya.

Di Talaud, dari empat paslon, hanya tiga yang terbilang sengit. Mereka adalah Elly Engelbert Lasut (E2L) - Moktar Arunde Parapaga (Mantap) nomor urut 1, Sri Wahyumi Manalip (SWM)- Gunawan Talenggoran (Menawan) nomor urut tiga, dan Welly Titah - Heber Pasiak (WT-HP) nomor urut dua.

Masing-masing pendukung dan tim pemenang kian gesit menjual figurnya. Semua juga optmimi bakal memenangkan pilkada serentak 27 Juni nanti.

Paslon WT-HP yang lebih dikenal dengan sebutan "Poka Jo" salah satu yang sering diperbincangkan. Popularitas WT-HP diakui terus meningkat. Pasangan yang diusung dua partai besar yakni PDIP dan Golkar ini terus mendapat simpati warga. Malahan slogan “Poka Jo” bukan hanya populer di kalangan dewasa, tapi sering diperdengarkan para siswa SD, SMP hingga SMA.

Di beberapa pulau, diklaim WT-HP unggul. Sebut saja Pulau Salibabu, Miangas, Nanusa, Kabaruan, Karakelang. "Kami dukung WT-HP. Walau Poka sering di bully karna tidak fasih berpidato atau berdebat, tapi kami yakin WT-HP bisa membawa perubahan. Lebih baik sedikit bicara dibanding banyak mengumbar janji dusta," ujar Onal, salah satu warga Pulau Salibabu.

Tim pemenangan WT-HP, Hariono Bawonseet mengatakan, pasangan WT-HP memang sempat tidak diperhitungkan. Namun keberhasilan dan kesuksesan WT sebagai pengusaha diapresiasi dan dijadikan ukuran. "Dengan modal ini, ke depan kami yakin bahwa figur Welly Titah mampu melakukan perubahan dalam pembangunan Talaud," katanya.

Di Kotamobagu, paslon Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) dan Jainuddin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo) juga sama-sama mengklaim bakal menang. Menurut Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut 1 Nayodo Koerniawan, strategi yang mereka gunakan yaitu penguatan relawan yang tersebar di 33 desa/kelurahan.

"Strateginya pertama penguatan terhadap relawan. Kami sudah merekrut relawan itu hapir kurang lebih 20 ribu, dan kami berbasis RT/RW. Sementara satu relawan itu merekrut 10 hingga 15 pendukung," terang Nayodo.

Menurutnya, jika TB-NK terpilih, kerja 100 hari menjadi prioritas untuk meyakinkan masyarakat dimana mereka tidak salah menentukan pilihan. "Semua program juga sudah tertuang dalam visi dan misi kami yaitu mensejahterakan masyarakat di berbagai macam aspek. Mulai dari pendidikan, pelayanan publik, kesehatan, hingga ada bantuan modal,” katanya.

Menurutnya, setelah terpilih mereka siap mengimplementasikan visi misi ke setiap satuan kerja. “Sehingga nanti diimplementasikan di 100 hari kerja. Dan kami menargertan suara itu 75 persen dan itu sudah terjawab dalam hasil survei," klaimnya.

12
Kirim Komentar