04 Jun 2018 14:50
Konven Missio Buka HUT PI dan PK GMIM

Sabtu, Napak Tilas di Kema

MyPassion
BERSYUKUR: Suasana Konven Missio di Desa Serei, Minut, akhir pekan lalu. Sekira 6.000 warga GMIM ambil bagian. (Ridel/MP)

MINUT—Konven Missio, menandai pembukaan HUT ke-187 Pekabaran Injil (PI) dan Pendidikan Kristen (PK), dirangkaikan HUT ke-84 GMIM Bersinode di Desa Serei, Minut, akhir pekan lalu. Sekira 6.000 warga GMIM ambil bagian. Selanjutnya, napak tilas penginjilan akan digelar Sabtu (9/6) di Kema.

Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Evert Tangel MPdK mengatakan, napak tilas adalah upaya untuk mengenang kepada orang benar, kepada orang-orang yang telah memberitakan Injil di Tanah Minahasa.

"Mereka yang telah datang dari jauh meninggalkan keluarga dan negara mereka, datang bahkan sampai mati di tanah Minahasa, hanya untuk memberitakan kebenaran tentang Yesus Kristus yang adalah Injil itu sendiri. Juga menjadikan orang-orang Minahasa waktu lampau menjadi percaya kepada Yesus Kristus," ungkapnya.

Lanjutnya, tujuan pelaksanaanya, yaitu untuk mengenal fakta sejarah para penginjil itu sendiri, tetapi juga untuk memotivasi generasi GMIM masa kini, baik anggota jemaat maupun Pelayan Khusus (Pelsus) Syamas, Penatua, Guru Agama serta Pendeta, dalam melaksanakan tugas panggilan sebagai gereja untuk dapat terus bersemangat memberitakan Injil. "Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini agar kiranya GMIM semakin menunjukan konsisten dan berkreatif dalam melaksanakan tugas bersekutu, bersaksi dan melayani sebagai gereja yang Injili," tandasnya.

Ketua Panitia Pelaksana HUT PI dan PK GMIM Pdt Arthur Kelung MTh mengatakan, napak tilas akan mengambil start di Kema ditandai dengan peletakan batu monumen Pdt Lambert Lammers. Dari Kema para peserta akan menyebar menuju rayon masing-masing untuk mengunjungi para pendeta yang telah menginjil di masa lampau. "Ibadah buka kegiatan ini akan dimulai pukul 10.00, dipimpin oleh Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina dan dihadiri oleh setiap perutusan wilayah. Satu wilayah, satu kendaraan," ungkapnya.

Pdt Arthur mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk hendak mengingat peran para penginjil dalam menanamkan nilai-nilai iman Kristiani bagi warga GMIM. "Kiranya lewat program ini, jemaat semakin menyadari bahwa kehadiran Injil di tanah Minahasa penuh perjuangan, sehingga nilai-nilai kejuangan ini semakin mengobarkan semangat untuk mewartakan Injil Kristus di tanah Minahasa, tapi juga secara global atau mendunia," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengatakan, jemaat harus mensyukuri tentang hari Pekabaran Injil ini. “Karena melalui ini kita dapat terselamatkan. Kita harus berterima kasih karena mereka telah membawakan berita kebaikan sehingga kita terselamatkan dan bisa berdamai dengan Yesus Kristus,” ujarnya. 

“Kita tahu pendidikan pertama kali masuk di Sulawesi Utara melalui sekolah-sekolah GMIM. Kemudian baru ada sekolah rakyat dan sekolah Belanda. Jadi ini harus diperingati, karena kalau tidak ada ini kita tidak bisa mengenal pendidikan. Maka dari itu kami selaku pribadi dan pemerintah akan selalu mensupport kegiatan ini,” tukasnya.(ctr-01/tr-07/tan)

Kirim Komentar