04 Jun 2018 09:41
Kapolres: Pemilik Diproses Hukum

OMG!!Enam Warga Tewas Tertimbun di Tambang Bolmong

MyPassion
TRAGIS: Proses evakuasi salah satu korban yang ditemukan meninggal, Minggu (3/6).

BOLMONG—Nahas menimpa enam penambang Desa Bakan di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Ketika sementara melakukan aktivitas penambangan, Minggu (3/6) siang. Mereka tiba-tiba tertimbun dalam lubang tambang emas yang diduga ilegal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Bolmong mencatat, semua korban dipastikan meninggal. Namun, yang berhasil dievakuasi baru lima orang hingga pukul 00.02 Wita, Senin (4/6) yaitu; Rian Mamonto, (28), Adi Mokodompit (26), Molan Mamonto (55), Wiro Ketangrejo (26), Didi Lenda (45). Sementara yang masih dalam proses pencarian yaitu Dodo Mamonto (45).

Informasi dirangkum, enam penambang tersebut tertimbun sekira pukul 15.00 Wita. Saksi mata yang juga warga Desa Bakan Husuna Mokodompit menceritakan, sebelum kejadian, mereka sedang berada dalam lubang untuk mengambil bebatuan. Tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh, saat dilihat ternyata lubang tersebut sudah ambruk.

“Saya dengar seperti suara gemuruh. Saat dilihat ternyata lubang yang dimasuki keenam penambang sudah ambruk. Memang saat itu juga lagi hujan,” ungkap Hasuna, yang juga berprofesi sebagai penambang. “Setelah melihat kejadian itu, saya langsung memanggil warga untuk membantu mencari korban,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Haris Dilapanga mengatakan, korban ketika ditemukan langsung dievakuasi.

Ditambahkan Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan, bukan hanya dari kepolisian yang terlibat dalam pencarian, tapi dari berbagai kalangan. “Personel yang terlibat juga ada dari Basarnas, Polsek Lolayan, Koramil, dan masyarakat. Sampai saat ini pun masih dalam proses pencarian,” bebernya. “Kejadian sekitar pukul 2 siang. Enam orang dipastikan meninggal, namun ada yang masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulut tersebut mengungkapkan, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung menuju lokasi untuk proses evakuasi korban. “Saat ini aktivitas diberhentikan. Kita sementara dalam tahap evakuasi korban yang tertimbun material,” ungkapnya.

Gani juga menegaskan, bakal menutup seluruh aktivitas pertambangan di lokasi itu. “Lokasi akan langsung kita police line dan hentikan seluruh pekerjaan. Lokasi peti akan kami tutup, baik di lokasi tempat kejadian perkara, maupun di lokasi lainnya, untuk pemilik tempat ini pasti kita proses hukum,” tegasnya.

Di sisi lain menurut dia, sebelumnya, Jumat (1/6) pekan lalu, lokasi tersebut juga mengalami longsor yang nyaris menelan empat korban jiwa. “Empat orang pekerja tersebut diketahui bernama Rici (22), Feny (56), Fernando (32) dan Frengki (40). Beruntung, keempat korban tersebut masih bisa diselamatkan, sehingga tidak ada korban meninggal,” pungkas Gani.(tr-06/cw-04/gnr)

Kirim Komentar