02 Jun 2018 08:49
Klaim Black Campaign di Medsos Tak Pengaruh

JS Sedih Lawan Koko

MyPassion
James Sumendap

MITRA—Meski sering dikabarkan dikepung koalisi pendukung kolom kosong (koko), calon Bupati Mitra James Sumendap (JS) tidak gentar. Malah dia mengaku sedih tidak mempunyai lawan tapi hanya koko. "Saya lebih suka jika ada lawan di Pilkada. Kolom kosong bukan lawan tanding James Sumendap. Justru saya sedih jika tak ada lawan," sebutnya.

JS pun mempertanyakan para oknum yang ingin jadi calon bupati hanya diam dan tak ikut penjaringan waktu lalu. "Kenapa tidak masuk perjaringan calon dari independen, kalau sudah tau tak akan diusung partai. Kenapa mempertahankan tim suksesnya, sudah tau-tau memiliki lobi payah,” katanya.

Terkait membelotnya sejumlah kader, baik dari internal ataupun dari partai pendukung, JS menilai tak mempengaruhi elektabilitasnya nanti. Karena menurutnya jika ada calon yang lebih baik, kenapa hanya dirinya yang diusung.

"Dukungan partai bukan berdasarkan cerita di warung kopi atau perempatan. Namun saya diusung berdasarkan hasil survei, itu ilmiah. Tentu saya pun berterima kasih terhadap semua partai telah mempercayakan ini. Namun untuk empat kader yang tak mau mendukung saya itu tak ada pengaruhnya. Saya hanya meminta persoalan organisasi tuntas. Karena konstitusi partai jelas. Partai punya aturan," terangnya.

Terkait maraknya black campaign lewat akun-akun di medsos ataupun yang mendukung koko, JS menilai tak mempengaruhi elektabiltasnya. "Karena pengaruh medsos di Mitra hanya tiga persen. Itu dari beberapa survei yang terpercaya. Baik indobarometer atau populist center," terangnya.

Sementara itu, pengamat politik Dr Maikel Mamentu menilai, pilkada Mitra nanti, calon tunggal diprediksi bisa menang mulus. "Itu dilihat dari keberhasilan dan tingkat kepuasan masyarakat," kata akademisi Unsrat ini.Menurut Mamentu, diusungnya petahana sebagai calon tunggal di Pilkada Mitra membuktikan popularitas JS masih tinggi.

"Karena itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan parpol. Dimana tak ada calon lain yang mampu mengalahkan elektabilitas JS. Sehingga Parpol lain ikut bergabung dengan menjadi pengusung," terangnya. (cw-01/can)

Kirim Komentar