31 Mei 2018 13:39

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Cetak Sarjana Unggul dan Profesional

MyPassion
KOMITMEN: Wagub Sulut Steven Kandouw, diwawancarai wartawan usai buka puasa bersama civitas akademika IAIN Manado.

MANADO—Kualitas pendidikan di Sulut harus ditingkatkan. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw, ketika buka puasa bersama civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Senin (28/5).

Menurut Kandouw, peningkatan mutu pendidikan penting dilakukan termasuk dalam menghadapi serbuan tenaga kerja dari luar Sulut, yang tergiur dengan nilai UMP di Sulut yang menempati urutan ketiga di Indonesia, setelah Provinsi DKI dan Papua. Disamping itu, Sulut dikenal sebagai daerah yang aman sehingga menarik kedatangan para pencari kerja.

“Kalau kualitas lulusan kita untuk SMA dan S1 hanya begini-begini,  lama kelamaan orang dari luar daerah yang akan menguasai kita, buktinya BPS menyampaikan demografi dan status penduduk Sulut pertambahannya 70 persen karena migrasi, jadi lebih banyak penduduk yang datang dari pada kelahiran yang terjadi,” bebernya.

Wagub juga mengatakan, persaingan sekarang semakin ketat. Ke depan IAIN harus berkontemplasi, berintrospeksi dan berubah. Supaya IAIN semakin baik, karena kalau tidak ini akan berbahaya.

Wagub mengingatkan, IAIN untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya dan mencetak sarjana-sarjana yang unggul profesional dan produktif. “Sekali lagi saya ingatkan kepada civitas akademika mari kita update, ikut zaman, disiplin agar kualitas lulusan IAIN Manado boleh bersaing dan menjadi yang terbaik,” harap Kandouw.

Sementara itu, Rektor IAIN Manado Dr Rukmina Gonibala SE mengatakan, IAIN saat ini baru berjalan memasuki empat tahun, setelah 17 Oktober 2014 transformasi dari STAIN menjadi IAIN sedang mempersiapkan mulai SDM serta Infrastruktur, maupun tenaga pendidik, seperti dosen dengan Renstra pada tahun 2020 IAIN sudah menjadi Universitas.

“Untuk menjadi universitas itu persyaratannya banyak terutama lahannya, kemudian infrastruktur, tenaga dosen, akreditasi mahasiswa dari luar negeri harus ada. Karena itu di bulan September nanti mahasiswa dari Thailand 5 orang dan dari Filipina juga akan datang kuliah di sini,” beber Gonibala.

Dia menambahkan, saat ini IAIN Manado terus melakukan inovasi berbenah, agar Ranstra pada tahun 2020 untuk menjadikan IAIN menjadi universitas dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan.(***)

 

Kirim Komentar