31 Mei 2018 08:05
Kapolresta Manado Kawal Pertemuan Konsumen dan Direksi

Ratusan Konsumen Holland Village Mengamuk, Ini Reaksi Lippo Grup

MyPassion
Para konsumen melakukan aksi blok pintu untuk menghalau Dewan Direksi Lippo keluar dari ruang pertemuan karena belum mendapatkan kesepakatan, kemarin (30/5). (Rangga Mangowal/MP)

MANADOPOST-Ratusan konsumen proyek perumahan mangkrak Holland Village mengamuk di ruang Talaud, lantai enam, Hotel Aryaduta, Rabu (30/5) sore, sekira pukul 15.30.

Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara didampingi Kasatreskrim Polres Manado AKP Wibowo Sitepu hadir. Kapolres mengungkapkan kehadirannya sehubungan dengan laporan dari pihak keamanan Hotel Arya Duta mengenai adanya pertemuan yang dinilai mengarah ke aksi penyanderaan.

“Saya datang berdasarkan laporan kepala keamanan meminta bantuan kami sebagai pihak keamanan di Manado,” sebutnya.

Dia melanjutkan, kepolisian hadir untuk menjadi mediator agar tidak ada kekacauan. Selain itu, untuk mencari titik temu antara pihak Lippo Grup dengan para konsumen yang merasa dirugikan.

“Kami memediasi saja, tidak ada yang kami bela. Hanya ingin agar pertemuan ini berjalan lancar,” jelasnya mencoba menenangkan konsumen.

Hal ini ditanggapi konsumen dengan berbagai tanggapan. Salah satunya meminta agar dilakukan penandatanganan janji tertulis dari pihak Lippo. Penandatanganan dimaksud untuk menyelesaikan proyek bangunan yang sementara dibangun dengan pelunasan biaya kompensasi yang dijanjikan akan dilunasi pihak Lippo pada 1 juli mendatang.

“Kami ingin ada perjanjian tertulis hitam di atas putih dari pihak Lippo. Itu akan menjadi pegangan dan sebagai dasar kami jika pada tanggal 1 nanti kita masih diberikan janji palsu alias penipuan,” teriak Rivai, disusul beberapa konsumen lainnya.

Namun menurut Theo Sambuaga, salah satu Dewan Direksi Lippo Grup, perjanjian dengan penandatanganan di atas kertas itu tidak perlu dilakukan. “Tidak ada yang seperti itu. Kita ini yang ada di depan adalah orang terhormat. Jika kami sudah berjanji, maka akan kami lakukan. Karena ini butuh proses. Dan keputusan kami sudah mutlak untuk menolak menandatangani itu. Jika dari kalian tidak setuju tidak apa-apa, itu hak kalian, silahkan saja kalau ingin tempuh jalur hukum,” serunya menanggapi para konsumen.

Sambuaga berujar, pihaknya sudah beritikad baik. Salah satunya hadir bertatap muka untuk menyelesaikan kekeliruan pembangunan perumahan elit tersebut. “Hal ini sebenarnya tidak perlu kami lakukan. Namun kami memiliki itikad baik untuk bertemu para konsumen semua,” katanya.

Namun pernyataan Sambuanga itu malah lebih menyulut kegaduhan di ruangan tersebut.

“Kenapa tidak mau? Itu kan menunjukkan keseriusan janji dari Lippo. Mengapa tidak mau melakukan penandatanganan? Atau karena janji kalian itu tidak akan ditepati. Dasar penipu! Lippo penipu! ini penipuan!” teriak para konsumen.

Menurut mereka, yang diharapkan adalah kepastian nasib mereka. Namun selama pembahasan tidak ada titik terang. Malah hanya disodorkan janji. “Kasihan pak, kami bersusah payah mengumpulkan uang untuk membeli rumah di sana. Kami bahkan bayar hingga lunas, karena saat itu kami percaya pada Lippo. Namun setelah itu semua kita jelas percaya bahwa Lippo penipu. Jadi saat ini juga kami tuntut ada kejelasan,” seru salah satu konsumen.

12
Kirim Komentar