30 Mei 2018 21:15

Kisruh Perumahan Holland Village, Ini Jawaban Lippo Group

MyPassion
Aksi blok pintu oleh para korban untuk menghalau dewan direksi Lippo keluar. (Rangga Mangowal/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM - Pertemuan ratusan warga yang merupakan korban dari proyek perumahan mangkrak Holland Village bersama dewan direksi Lippo Home berujung ricuh, Rabu (30/5).

Calon penghuni perumahan elit di kawasan Mapanget itu meminta dewan direksi Lippo Grup melunasi atau mengembalikan uang mereka. Setelah berdiskusi, tidak ada titik jelas yang disampaikan dewan direksi sehingga para korban dengan nada keras menuntut pengembalian hak mereka.

Menanggapi ini, Lippo Group memberikan jawaban. Sedari awal, Lippo Group terus berkomitmen untuk membangun ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui properti karena potensinya yang cukup baik.

"Apalagi animo masyarakat Sulut dan sekitarnya untuk membeli properti cukup tinggi," kata Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga.

Dia mengatakan apalagi kehadiran Lippo Group di Bumi Nyiur Melambai sudah dari beberapa waktu lalu, sehingga pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan Sulut dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan Lippo Group masuk ke Sulut dimulai dengan Hotel Aryaduta, Lippo Plaza Kairagi, Sekolah Dian Harapan serta yang lainnya.

"Termasuk menyelesaikan Monaco Bay dan Holand Village yang saat ini sedang dibangun," katanya.

Meskipun dalam penyelesaian pembangunan masih ada kendala eksternal, namun pihaknya berkomitmen membangun Sulut menjadi makin baik.

Seperti pembangunan di Holand Village yang rencananya akan dibangun 400 unit dan sudah diserahkan sekitar 90 unit.

Pihak Lippo berencana sebelum Lebaran akan diserahkan 20 unit. Namun pekerja sudah kembali ke Jawa karena bulan puasa, jadi penyerahannya sesudah Lebaran.

"Jangan khawatir, kami akan tetap menyelesaikannya," ungkapnya. (mpo)

Kirim Komentar