28 Mei 2018 09:02

Gara-gara Ini, Pilrek Unsrat Bisa Ulang

MyPassion

MANADO—Pemilihan rektor (pilrek) Universitas Sam Ratulangi periode 2018-2022, bisa diulang. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Prof Grace Kandou, yang tak diakomodir dalam pencalonan, sudah mengirim pengaduan ke Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Kenapa tiba-tiba muncul SK Rektor 1132/UN12/KP/2013 yang ditandatangani rektor saat itu Donald Rumokoy, jelang pilrek tentang sanksi auto plagiat,” beber Kuasa Hukum Prof Grace, Denny Palilingan SH.

Menurutnya, Prof Grace tidak pernah tahu dan tidak pernah menerima SK 1132 ini. Hal itu terbukti, pada tahun 2014, kliennya sudah menjadi guru besar, lalu jadi dekan.

“Kementerian pernah meminta validasi. Apakah info auto plagiat (karya sendiri yang dipublikasi ganda) Prof Grace, valid atau tidak. Terbukti, info ini tidak valid, sehingga kementerian memuluskan dia jadi guru besar,” ungkap Palilingan.

Sebagai penguatan lagi, sudah ada Putusan Sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), agar Prof Grace diakomodir, tapi tidak dilaksanakan. “Wakil menteri hanya pembukaan, begitu tahu ada calon yang tidak diakomodir,” tandasnya.

Dia menilai, SK Rektor 1132/2013, bertentangan dengan Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Bukti lain dalam pengaduan, juga disebutkan jika SK Guru Besar Prof Grace, TMT pada tanggal 1 November 2014, ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. Kemudian, pengukuhan Guru Besar dilakukan pada 23 Februari 2015. Selanjutnya, pada 3 Juni, Prof Grace dilantik dan diangkat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat.

“Berdasarkan hal tersebut di atas. Prof Grace bermohon kepada Kemenristek Dikti, untuk membatalkan pemberlakuan SK tersebut (SK Rektor 1132/2013). Karena terbitnya SK itu tidak berdasar yang jelas dan kuat secara hukum,” tandas Palilingan. “Sebagai masyarakat hanya bermohon suatu kebenaran dan keadilan pada proses pemilihan rektor Unsrat, secara transparan tanpa diskriminasi,” pungkasnya.

Sementara itu, terinformasi rektor akan ada pelaksana tugas. Diketahui, rektor saat ini menjabat sejak 26 Juli 2014. Sementara, sesuai jadwal, penetapan dan pelantikan rektor periode 2018/2022, yaitu 27 Juli 2018. “Senat juga akan baru. Pilrek akan proses baru,” tandas sumber resmi harian ini, semalam.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri; Pasal 9 ayat (1) menyebutkan, pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c, dilaksanakan paling lambat dua minggu sebelum berakhirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat.

Kemudian, Pasal 14 ayat (1); Apabila calon pemimpin PTN telah terpilih tetapi tidak dapat dilantik karena berbagai sebab, dilakukan pemilihan ulang sesuai dengan tahapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. (2) Pemilihan ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan tanpa harus mengikuti ketentuan pengaturan waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 sampai dengan Pasal 9.

Terpisah, saat dikonfirmasi tadi malam, juru bicara Unsrat Hesky Kolibu MT, enggan berkomentar. Sebelumnya, Kolibu menegaskan, semua sudah diserahkan ke panitia. “Untuk siapa saja yang berhak lulus pencalonan, semua keputusan di panitia,” tandas Kolibu, belum lama ini.(rgm)

Kirim Komentar