26 Mei 2018 12:29

Sebelum Kembali di Kehidupan Normal, 325 Napiter Ikut Deradikalisasi

MyPassion
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius saat tiba di Hotel Madani, Medan, Jumat (25/5).(Prayugo Utomo/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM—Untuk mengembalikan kehidupan normal Napi teroris (Napiter), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) terus menggalakkan program Deradikalisasi. Apalagi sejak disahkannya Undang-Undang Terorisme pada Jumat (25/5).

Usai pengesahan Undang-Undang itu, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dan Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii (Romo) langsung terbang ke Kota Medan. Mereka menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama BNPT di Sumut. Dalam agenda yang digelar di Hotel Madani itu, juga dihadiri oleh para mantan kombatan.

Suhardi mengatakan, program deradikalisasi baru bisa dilakukan untuk para kombatan yang berstatus sebagai Napiter dan sesudahnya. Saat ini, ada 630 napiter yang sudah keluar. Namun baru 325 yang ikut program deradikaliasai.

"Tidak satupun mengulangi perbuatannya. Dan bukan hanya pelakunya, tapi keluarganya yang ikut deradikalisasi," kata Suhardi dalam sambutannya.

Suhardi bercerita, dia kerap ditanya kenapa para terduga, tersangka ataupun terdakwa pelaku teror belum bisa ditarik untuk ikut Deradikalisasi. Kata dia, dalam hukum pidana di Indonesia, orang patut diduga tidak bersalah sampai putusan pengadilan.

Dalam proses deradikalisasi, ada beberapa tahapan yang dilakukan. Mereka juga melibatkan beberapa pihak, mulai dari ulama, psikolog, Densus dan pihak Lapas."Ada empat tahapan, identifikasi, rehabilitasi, edukasi dan persiapan agar mereka siap kembali ke masyarakat," katanya.

Dia juga menekankan, agar masyarakat tidak memandang miring dan mengasingkan para eks kombatan. Karena itu, bisa jadi membuat mereka kembali mengulangi perbuatannya karena tekanan dari masyarakat.

"Jangan diasingkan. Kalau dimarjinalkan, akan membuat luka. Dan bisa jadi bibit itu bisa kembali," paparnya.

Suhardi juga berharap, Pemkab setempat bisa ikut andil dalam program deradikalisasi. Selain itu, pihaknya juga meminta, agar para eks kombatan bisa memberi informasi terkait mantan Napiter yang sudah bebas dan belum teridentifikasi.

"Tolong kalau ada yang ingat atau kenal, mungkin bisa dapat alamatnya, bisa sampaikan ke kami. Biar kita kumpul lagi, saling menjaga kita," imbaunya

"Semoga semangat berlomba-lomba dalam kebaikan bisa kita sampaikan biar suasananya tetap," pungkasnya.(ite)

Kirim Komentar