26 Mei 2018 11:31

Genjot Tingkatkan Produksi Unggulan, Gedung Sentra IKM Sitaro Diresmikan

MyPassion
Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit saat melihat langsung alat penyulingan wine pala di sentra IKM, usai peresmian gedung, Jumat (25/5) kemarin. (Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Menunjang produksi komoditi unggulan daerah, Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit SE MM meresmikan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) tahap I, Jumat (25/5) di Kelurahan Paniki, Kecamatan Siau Barat.

Dalam arahanya, Tonsu sapaan akrab Supit mengungkapkan, pembangunan sentra produksi ini, diharapkan dapat menunjang produksi komoditi unggulan daerah yakni pala Siau, melalui IKM.

"Karena pala merupakan ikon daerah yang menjadi fokus IKM saat ini. Dimana hasil olahan kelompok IKM, merupakan turunan dari buah pala. Disisi lain, dengan melihat kuantitas dan kualitas pala di Sitaro yang tak terbantakan lagi, maka turunan pala wajib diolah dengan sebaik mungkin oleh IKM, sebab memiliki potensi pasar yang besar dan lambat laun industri olahan turunan pala, berupa wine, sirup, permen, manisan dan sebagainya dapat berkembang pesat," ujarnya.

Lanjut Tonsu, hal ini akan berdampak pada meningkatnya ekonomi di daerah. "Untuk itu, saya mengajak pelaku IKM terus meningkatkan kualitas SDM, keterampilan pengolaham serta manajemen pemasaran, agar produk unggulan kita yakni pala dapat diolah dan dipasarkan dengan efektif. Saya optimis produk lokal kita mampu merambah pasar nasional dan tidak menutup kemungkinan akan menembus Pasar Internasional," terangnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah akan terus mensuport pengembangan kompetensi IKM melalui perangkat daerah. "Dengan memberikan pembinan, pelatihan dan pengawasan kepada pelaku IKM agar kegiatan terus eksis dan berkembang. Kita nanti akan bekerja sama dengan bank dalam memberikan kredit tanpa jaminan khusus kepada pelaku usaha IKM," kuncinya.

Sementara itu, Kadis Perindag Fatmawati Kalebos menambahkan, pembangunan sentra produksi ini masih akan ditambah dan dibagi pertahap. "Tahap I 2017 memakan biaya Rp 3,4 miliar dari DAK pusat, melalui Kementerian Perindustrian, dengan membangun tiga gedung yakni kantor pengelola, gudang penyimpanan barang dan ruang produksi," jelasnya.

Tahun ini, kata Kalebos, Kementerian Perindustrian akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 6,9 miliar, untuk pembangunan lanjutan gedung sentra produksi. "Dalam penggunaanya, IKM yang ada wajib terdata. Karena kita harus tertib secara administrasi dalam penggunaan sentra produksi ini, disisilain akan mempermudah kita memonitoring serta evaluasi kegiatan yang akan dilakukan," tandasnya.(drp/ria)

Kirim Komentar