23 Mei 2018 23:06
Eks Ketua KPK Bekali Mahasiswa Anti KKN

Unima Tolak Radikalisme

MyPassion
Rektor Unima Paulina Runtuwene dan Ketua KPK 2011-2015 Abraham Samad usai Seminar Nasional dengan tema Spirit of Indonesia di Unima, belum lama ini. (Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM - Rektor Unima Prof Paulina Runtuwene tolak radikalisme.

“Pimpinan, dosen maupun mahasiswa bersatu tekad untuk menolak paham radikalisme. Sebagai mahasiswa tidak melawan penjajah seperti masa penjajahan, tapi melawan terorisme dan paham radikalisme merupakan bagian dari tugas mahasiswa,” tegas Runtuwene, saat Seminar Nasional dengan tema Spirit of Indonesia, belum lama ini.

Ditegaskannya, terorisme dan paham radikalisme, dapat memecah bela bangsa. Sebab itu, mahasiswa juga harus melawan kemalasan, kebodohan, kemiskinan, dan berita bohong atau lebih tren dengan sebutan berita hoax.

Lanjutnya, memperingati 20 tahun reformasi di Indonesia, Unima juga sudah melaksanakan rangkaian upacara Hari Kebangkitan Nasional. Juga, deklarasi satu komitmen bersama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua KPK 2011-2015 Abraham Samad sendiri menilai 20 tahun perjalanan reformasi Bangsa Indonesia, merasa prihatin karena persoalan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih terjadi. Dirinya pun menyayangkan, karena tujuan utama reformasi 1998 adalah menghancurkan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Saat ini, praktek KKN masih marak. Indonesia perlu reformasi damai didasari semangat kebersamaan dan melibatkan seluruh elemen bangsa,” tandasnya. Tampak hadir Anggota DPR RI Akbar Faisal, Senator Benny Rhamdani, CEO Kami Indonesia Muhamad Anas, Dedi Gumelar Anggota DPR RI 2009-2014. (vip)

Kirim Komentar