22 Mei 2018 18:00

Tentara Syria Ambil Alih Damaskus dari ISIS

MyPassion
Tentara Syria umumkan menyingkirkan ISIS dari Damaskus (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM - Tentara Syria mengatakan, pihaknya memegang kendali penuh atas Ibu Kota Damaskus dan sekitarnya usai berhasil menyingkirkan ISIS.

Seperti dilansir The Defense Post pada Senin, (21/5), hal itu menjadi penanda selama perang yang terjadi tujuh tahun di negara tersebut. "Tentara Syria mengumumkan Damaskus, pinggirannya, dan kota-kota sekitarnya benar-benar aman," kata tentara Syria dalam pernyataan yang disiarkan oleh jaringan media pemerintah SANA, Senin, (21/5).

Hal itu terjadi setelah pasukan menangkap orang yang diduga menjadi kunci ISIS di Damaskus di bagian selatan, termasuk kamp pengungsi Palestina di Yarmouk dan distrik Hajar Al Aswad yang berdekatan.

"Roda kemajuan kami di medan perang tidak akan berhenti sampai semua tanah Syria dimurnikan," tambahnya.

Perang Syria meletus pada 2011 dengan dimulai dengan protes keras terhadap Presiden Bashar Al Assad, termasuk di ibu kota. Tahun berikutnya, pemerintah mulai kehilangan kendali atas sebagian Damaskus dan menempatkan pengepungan yang melumpuhkan di sekitar Yarmouk, yang terletak di selatan ibu kota.

Pengumuman oleh tentara Syria terjadi beberapa jam setelah kesepakatan evakuasi bersama ratusan pasukan ISIS dan keluarga mereka keluar dari Yarmouk. Video yang diunggah di media sosial pada hari Minggu muncul untuk menunjukkan bus memasuki kamp untuk mengangkut militan ISIS dan keluarga mereka.

Namun Pemerintah Syria membantah mencapai kesepakatan dengan ISIS. Gencatan senjata singkat telah memungkinkan satu konvoi perempuan dan anak-anak meninggalkan kantong di Damaskus selatan. Namun satu sumber militer yang dekat dengan rezim Syria mengatakan, kesepakatan itu telah dicapai melalui negosiasi dengan pemerintah dan sekutunya, Rusia.

"Kelompok terbesar pergi menuju Badiya Syria karena Amerika tidak setuju untuk membiarkan mereka memasuki kantong timur Sungai Efrat di mana Pasukan Demokrat Syria hadir," sumber itu menambahkan.

ISIS menyerbu Yarmouk, lalu menjadi rumah bagi komunitas pengungsi Palestina terbesar di Syria, pada April 2015. Sejak tahun lalu, Pemerintah Syria telah membersihkan banyak wilayah di sekitar Damaskus dari lawan-lawannya yang bersenjata melalui campuran tekanan militer dan kesepakatan evakuasi.

Bulan lalu tentara Syria menguasai pinggiran Ghouta Timur setelah para pemberontak di Douma meletakkan senjata dan mengevakuasi daerah kantong. Ghouta Timur adalah benteng utama oposisi di Syria dan mengalami pengepungan lima tahun sebelum serangan awal pada Februari yang menewaskan lebih dari 1.800 warga sipil. (jpg/mpo)

Kirim Komentar