21 Mei 2018 21:22

Produksi Cabai Sulut Melimpah

MyPassion
Novli Wowiling

MANADOPOSTONLINE.COM — Produksi cabai di Sulut dari tahun ketahun terus meningkat. Sampai sekarang, menurut Kepala Dinas Pertanian Sulut Novly Wowiling, produksi hasil pertanian cabai tergolong tinggi. Jadi, kenaikan harga secara drastis atau kekosongan stok itu tidaklah mungkin terjadi.

“Kalau terjadi kelangkaan atau kenaikan harga, bukanlah tupoksi dari produksi. Karena kan produksi cabai kita tinggi, jadi tidak ada masalah untuk stok. Semua stok dalam keadaan aman. Jadi mekanisme pasar ini, yang membuat harga ini relatif naik, namun pada saat tertentu stabil,” ungkapnya.

Wowiling menyebutkan, sekarang yang perlu diatur adalah prilaku dari pedagang. Harus ada etiket yang baik dari pedagang, agar supaya harga tersebut tidak dimainkan sampai tinggi. Jelasnya, terkadang ada modus dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan terhadap bahan pangan sehingga terjadi lonjakan harga yang drastis.

“Sampai sekarang, kita masih menutup semua kebutuhan masyarakat Sulut dengan hasil pertanian yang memang bersal dari lokal daerah. Dan stok kita sangat mencukupi. Jadi kita curigai ada penimbunan sehingga terjadi lonjakan seperti ini,” bebernya.

Di pasar juga menurut Wowiling, ada oknum-oknum yang sangat berpengaruh dalam memainkan harga. Dirinya mencontohkan seperti beberapa Pasar di Kota Manado, dimana jika bahan yang masuk tidak melalui kelompok tersebut maka bahan tersebut tidak bisa untuk dijual. Ini yang menurutnya sangat berperan dalam memainkan harga.

“Jadi kita mengimbau agar pedagang jangan melakukan penimbunan terhadap bahan pangan ini. Kan stok kita banyak, jadi saya janji tidak akan kekurangan pasokan. Setiap berkurang, kita akan menggunakan stok kita untuk disuplai di pasar-pasar. Jadi pedanag tenang saja, stok masih dalam keadaan aman,” bebernya.

Di waktu yang sama, Kepala Bidang Hortikultura Velix Wowor mengatakan, sampai sekarang dari data yang ada, pasokan dari 15 kabupaten/kota mampu menenuhi kebutuhan lokal Sulut.

“Di bulan Mei ini, produksi cabai kita mencapai 501,06 ton. Itu sangat mencukupi untuk kebutuhan lokal. Pasokan terbesar kita datang dari Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan serta Minahasa. Dari pantauan kita juga, harga di pasaran masih stabil,” urainya.

Dirinya menambahkan, banyak juga hasil pertanian cabai ini dikirim ke luar Sulut. Namun dirinya tidak memungkiri banya pasokan yang memang masih di ambil dari luar. Namun itu, jika harga sudah melambung tinggi.

“Kalau kita hitung-hitung, yang masuk ke kita sekira 40 ton. Namun yang kita kirim ke luar 60 ton. Itu membuktikan bahwa pasokan kita sangat mampu untuk mencukupi kebutuhan lokal,” urainya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan SDA Franciscus Manumpil mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun memastikan apakah benar terjadi lonjakan harga. Menurutnya, tentu Pemprov akan mengintervensi jika terjadi lonjakan harga secara drastis.

“Jadi memang susuai koordinasi kita, bahwa ada kantong-kantong cabai yang memang dalam kondisi banyak. Karena itu kita akan memastikan ada kelangkaan atau tidak. Kan tidak mungkin, jika stok banyak namun harga naik drastis. Karena itu dalam waktu dekat, saya dan tim akan segera turun,” kuncinya. (tr-02/tan)

12
Kirim Komentar