19 Mei 2018 09:06

Awas!!Perempuan Rentan Kena Gangguan Mental

MyPassion
Ilustrasi (Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM - Meskipun sama-sama bisa terkena gangguan mental, perempuan ternyata lebih rentan terkena gangguan mental jika dibandingkan dengan pria. Perempuan memang memiliki sisi emosional yang berbeda dengan kaum pria sehingga mereka lebih rentan terkena masalah mental.

Psikolog Sulut Hanna Monareh menuturkan, faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan menjadi stres diantaranya pengaruh hormonal. Dia mencontohkan saat perempuan mengalami menstuasi, perasaan jadi lebih sensitif. Mudah sedih dan menangis.

"Faktor kedua kepribadian. Perempuan cenderung memiliki perasaan yang lembut. Ketika diberi tanggung jawab, berpikir lebih banyak apa yang harus dikerjakan, sehingga akan memunculkan perasaan stres," katanya. 

Faktor ketiga lanjut Monareh adalah gaya hidup. Artinya jika gaya hidup yang tidak sesuai dengan kondisinya. Misalnya berusaha menyesuaikan dengan tuntutan lingkungannya untuk mendapatkan penghargaan ataupun pengakuan sebagai bentuk aktualisasi dirinya, namun tidak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup.

"Ada juga stres yang diakibatkan oleh beban pekerjaan. Perempuan yang mengalami kesulitan multi tasking, atau mengerjakan pekerjaan secara bersamaan dapat menjadi pencetus stres. Sehingga diperlukan manajemen waktu yang baik untuk mengatur pekerjaan tersebut," jelas Monareh.

Sembari menambahkan ketegangan yang muncul setiap hari, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengelolah stres menjadi eustres (sesuatu positif) akan menimbulkan respon negatif pada perasaan dan perilaku. Dari tingkatan stres bisa menjadi frustrasi bahkan depresi pada perempuan.

"Oleh sebab itu hidup sederhana dan terus berpikir positif perlu dilakukan. Jangan terbebani dengan pekerjaan. Marah saat ingin marah, jangan pernah memaksakan diri sendiri, jangan suka memendam sendiri suatu hal yang menyakitkan karena itu bisa menjadi cela untuk timbulnya stres," tutup Monareh.

Sementara itu, sekira 40 persen pasien di RSJ Prof Dr Ratumbuysang Manado, adalah perempuan. Menurut Dr Frida Agu SpKJ, gangguan jiwa berat biasanya dialami perempuan umur 16 tahun ke atas. “Sebenarnya gangguan jiwa berat maupun ringan laki-laki dan perempuan sama tingkat kerentanannya. Ada tiga faktor umum yang menyebabkan gangguan jiwa ini. Biologis dan psikologis diri sendiri dan lingkungan,” ungkap Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJ Ratumbuysang ini.

Untuk terhindar dari gangguan jiwa, ia menyarankan perempuan tidak boleh terlalu fokus pada masalah. Harus juga membuka diri dengan kegiatan-kegiatan yang lebih rileks. “Jika terlalu fokus pada masalah yang ada dan tidak melihat hal lain yang dapat membuat kita bahagia, akan sangat berakibat buruk bagi diri kita sendiri,” pungkasnya. (ctr-01/tr-02/tan)

Kirim Komentar