17 Mei 2018 13:37

Operasi Inteligen Neptunus, Antisipasi Terorisme

MyPassion

MANADO—Pasca serangan teror yang menargetkan kepolisian, seluruh jajaran penegak hukum dan pertahanan negara menjadi lebih waspada. Unsur-unsur penegak hukum saling membantu memperkuat pertahanan. Salah satunya, Lantamal VIII/Manado. Peningkatan pertahanan dan kewaspadaan terlihat jelas saat memasuki gerbang Lantamal VIII Manado, di Kairagi.

Lima personel berjaga ketat di pos penjagaan Lantamal. “Di mako memang dari awalnya kita sudah ketat penjagaan. Hanya saja saya sampaikan ke prajurit untuk semua bisa lebih meningkatkan kewaspadaan pasca serangan teror di beberapa daerah,” ujar Danlatamal VIII/Manado Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono.

“Sesuai dengan kewenangan saya, saya tingkatkan kewaspadaan. Prajurit juga saya sampaikan tingkatkan kewaspadaan. Tingkatkan koordinasi dan sinergitas dengan Polri juga, karena banyak prajurit saya yang berbaur di masyarakat, jadi kepala lingkungan dan sebagainya,” ulas Heri sembari menyebutkan, kalau ada hal-hal aneh atau ada pendatang mencurigakan, harus cepat dilapor.

Operasi mendasar dan operasi inteligen juga terus dilakukan. Yaitu operasi inteligen Neptunus. “Itu salah satu operasi yang bisa dikatakan untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi,” paparnya.

Terkait pengamanan perbatasan, pihaknya juga terus lakukan operasi bersama dengan Filipina. Kemudian unsur-unsur Lantamal juga terus aktif seperti di Lanal Tahuna dan Lanal Melonguane. Saya harapkan supaya Sulut tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkas danlantamal.(rgm/gnr)

Kirim Komentar