17 Mei 2018 08:38

Ohhh Ini Penjelasan Direktur Maarif Institute Soal Penelitian di Tomohon

MyPassion
Muhammad Abdullah Darraz

TOMOHON--Mengenai riset yang dilakukan medio Oktober 2017 Kota Tomohon bertajuk 'Penguatan kebijakan pembinaan kesiswaan (OSIS) dalam memperkuat kebhinekaan inklusif di SMA/MA' oleh Maarif Institute.

Direktur Maarif Institute, Dr Muhammad Abdullah Darraz memberikan penjelasan terkait penelitian mereka di Kota Bunga. "Riset yang kita lakukan di beberapa kota, dan Tomohon menjadi salah satu best practice dalam upaya penguatan kebhinekaan dan toleransi mengcounter radikalisme lewat penguatan hubungan lintas agama," jelas Darraz saat diwawancarai Manado Post online, Kamis(17/5).

Disinggung pernyataannya beberapa waktu lalu yang sempat menghebohkan dunia maya, Darraz menuturkan jangan sampai disalahpahami. "Memang disebutkan kota-kota itu menjadi area riset, tapi bukan berarti menggeneralisir semua kota punya masalah yang sama soal radikalisme, seperti Tomohon melihat hubungan dan kohesi sosial antar komunitas yang berbeda di dalamnya," tukasnya.

Beberapa sekolah yang dikunjungi membenarkan hal tersebut. Semisal SMA Lokon St Nikolaus Tomohon, melalui Kepala SMA Stefanus Poluan menyampaikan dirinya mengetahui akan hal tersebut. "Mereka sempat mewawancarai pihak sekolah dan siswa, selanjutnya juga sempat diadakan seminar yang diikuti perwakilan OSIS," jelas Poluan.

Senada juga dari SMA Negeri 1 Tomohon, melalui Kepala SMA Dra Meytha Tambengi pernah menerima kunjungan mereka. "Dalam penelitian tersebut mereka melihat bagaimana proses belajar mengajar kami di sekolah. Selain itu mereka juga sempat mewawancarai juga OSIS, apalagi kebersamaan kami di sekolah, terlebih soal pengaturan jadwal ibadah bergiliran," ungkap Tambengi.

Siswa dan guru dari SMA Negeri 1 Tomohon juga turut hadir saat seminar diseminasi hasil penelitian. "Iya ada siswa yang kami undang juga ikut dalam seminar Diseminasi hasil penelitian policy development for improving student council (OSIS) at high school level. Oleh Maarif institute-PPIM UIN Jakarta-UNDP Indonesia Januari 2018," lanjutnya.(wam/mpo)

Kirim Komentar