17 Mei 2018 11:37

Imam Besar: Makna Jihad Banyak Disalahgunakan

MyPassion
SADARKAN: Imam besar masjid Istiqlal Nazaruddin menjelaskan tentang makan jihad yang sebenarnya. (JawaPos.com)

JAKARTA-- Tindakan terorisme yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia terus menuai keprihatinan. Apalagi, para pelaku kerap menggunakan kata jihad dalam melakukan setiap aksinya.

Tindakan itu sontak membuat Imam besar masjid Istiqlal Nazaruddin Umar ikut angkat bicara. Menurutnya, esensi jihad yang digunakan para pelaku terorisme dinilainya salah besar. Sebab, agama Islam tidak pernah mengajarkan untuk membunuh orang lain.  

"Jihad itu dari kata jahadan berarti bersungguh-sungguh, jadi jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan seseorang tapi untuk menghidupkan seseorang," kata Umar saat ditemui usai shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5), seperti dilansir Jawa Pos.com (Grup Manado Post)

Lebih lanjut, Umar menambahkan, jihad dalam Agama Islam bukan pula untuk menciptakan ketakutan maupun pesimisme di masyarakat. Apalagi, katanya, sampai membuat tindakan yang dinilainya mengerikan.

"Jihad menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah, dia menghidupkan fakir miskin menjadi semangat hidup," tuturnya.

Atas dasar itu, Umar pun meminta momentum Ramadan kali ini dapat membangkitkan semangat jihad dalam arti sebenarnya. Sehingga seluruh umat beragama pun dapat menikmati Ramadan.

"(meningkatkan) ibadah individu, ibadah sosial dan juga ibadah cosmopolitan, semua bisa menikmati dampak positifnya ramadan, bukan hanya Agama Islam tapi seluruhnya," pungkasnya.(ite)

Kirim Komentar