17 Mei 2018 10:56

Dandes Minsel Tunggu APBDes

MyPassion
Efer Poluakan

MANADOPOSTONLINE.COM—Puluhan Hukum Tua (Kumtua) harus segera menuntaskan draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), akhir pekan ini. Bila tidak, jatah Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (Dandes) dipastikan bakal mengendap.

Hingga kemarin, 102 aparat desa sudah menuntaskan evaluasi APBDes. Sementara, belasan lain tinggal menunggu waktu. Namun, masih ada 50 desa yang belum sama sekali memasukkan berkas. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Efer Poluakan mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan surat peringatan melalui camat. "Batas waktu evaluasi hingga bulan depan tidak akan lewat lagi. Jadi, Jumat (18/5), terakhir pemasukkan berkas," tegasnya kemarin.

Menurut dia, pihaknya telah berulang kali mengingatkan bahkan sampai turun ke kecamatan namun sejumlah desa tak kunjung memberi respon. Alhasil, jatah sejumlah desa bisa mengendap. Nilainya mencapai puluhan miliar. "ADD dan dandes mereka selama setahun akan mengendap. Tidak bisa lagi diambil. Kalau sudah selesai semester satu mau apa lagi. Bagaimana bisa diserap," tutur dia.

Ditambahkan Kabid Pemerintahan Desa Altin Sualang, baru 17 desa yang mencairkan dandes. Mereka telah diperbolehkan mengurus pencairan ADD. Setelah dievaluasi, proses selanjutnya mengisi sistem keuangan desa. "Sebenarnya tidak akan lama kalau aparatnya paham IT. Masalahnya tinggal di sumber daya. Tapi mereka rata-rata sudah bisa mencairkan dandes dan ADD," ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Minsel Frangky Lelengboto menyayangkan sikap acuh para hukum tua. Menurut dia, masyarakat yang menjadi korban bila anggaran desa tak dicairkan. "Dampaknya nanti di pembangunan. Berharap ke pemkab sudah sulit karena APBD sudah diketuk. Nanti di APBD-P bertambah beban lagi," nilainya. Dia meminta pemerintah kecamatan aktif memberi warning. "Kalau semua saling meningkatkan pasti bisa lebih cepat kalau tidak rakyat yang jadi korban. Gaji aparatur desa mau dibayar bagaimana," tutupnya.(jen/fgn)

Kirim Komentar