17 Mei 2018 13:39

Angkatan Laut Manado Musnahkan 1.298 Liter Miras

MyPassion
TEGAS: Barang bukti miras ilegal hasil sitaan prajurit TNI Angkatan Laut dari Lantamal VIII/Manado. Danlantamal VIII/Manado Laksamana Pertama TNI Ahmadi Purwono, membuang miras yang diisi dalam botol air mineral, kemarin di Mako Lantamal VIII. (Rangga Mangowal /MP)

MANADO—Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII/Manado, ikut perangi peredaran minuman keras ilegal di tanah Nyiur Melambai. Hal itu dibuktikan dari penyitaan 1.298 liter miras ilegal jenis captikus. Tak butuh waktu lama, Rabu (16/5) kemarin, ribuan barang bukti itu, langsung dimusnahkan di halaman depan Mako Lantamal, Kairagi, Manado.

“Semua miras ini disita di sekitar wilayah perairan. Dari pelabuhan Manado juga dari pelabuhan Bitung. Ada yang kita sita waktu berada di atas kapal, ada juga yang sudah diturunkan. Dan ini akan segera dimusnahkan,” ujar Komandan Lantamal (Danlantamal) VIII/Manado Laksamana Pertama TNI Ahmadi Heri Purwono, di Markas Lantamal.

Ditambahkan, kebanyakan miras yang disita merupakan miras selundupan, yang ditemukan dengan keadaan ditumpuk bersama barang-barang lainnya. “Supaya lolos, miras-miras itu ditumpuk dengan sayuran, buah dan barang-barang lainnya. Ini untuk mengelabui petugas pemeriksaan. Selama operasi, kami tidak menemukan barang-barang ilegal lainnya selain miras ini. Dan beberapa pelaku sudah diamankan pihak kepolisian, sedangkan babuk kita sita,” tegas jenderal bintang satu ini.

Dari pantauan, dipimpin langsung Danlantamal, ratusan botol tersebut segera dimusnahkan. Bau menyengat khas miras captikus mulai tercium saat satu persatu botol miras berukuran 1,5 liter itu dibuka dan dibuang ke tanah. “Penyitaan ini juga merupakan kerja sama dengan Polri ketika melaksanakan operasi pekat. Setelah disita, pemusnahannya kita laksanakan secara rutin,” ujar Heri.

Didampingi pejabat di jajarannya, Laksamana Heri mengatakan, miras jenis cap tikus ini, hasil penyitaan sepanjang Februari 2018. Merupakan salah satu upaya Lantamal VIII menciptakan keamanan dan kenyamanan. “Kita ini juga sudah memasuki bulan puasa, maka operasi dan penyitaan miras ini kita terus lakukan. Ini menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Sulut,” pungkasnya.(rgm/gnr)

Kirim Komentar