17 Mei 2018 13:21

Aksi Teror Tak Ganggu Perekonomian Sulut

MyPassion

MANADO—Aksi teror yang terjadi beberapa hari terakhir ini ditakutkan dapat mengganggu perekonomian nasional. Bahkan Sulut. Namun, nyatanya hampir sepekan aksi teror melanda Indonesia. Tak ada pengaruhnya di sektor ekonomi. Khususnya di daerah. Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembang Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut MHA Ridhwan mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat. Sehingga tidak mudah digoyahkan dengan aksi terorisme saat ini. “Kita tidak perlu khawatir karena dasar ekonomi Indonesia relatif baik dan kuat,” kata Ridhwan.

 

Dia menjelaskan, adanya pelemahan nilai tukar rupiah, lebih dominan disebabkan karena tekanan mata uang dolar yang menguat seiring dengan recovery perekonomian Amerika. Penguatan dolar berdampak pda depresiasi mata uang domestik di sejumlah negara. Rupiah melemah 1,2 persen; Thai Bath 1,76 persen; Turkish Lira 5,27 persen dan negara lainnya. “Jadi bukan hanya rupiah saja yang melemah, dan bukan karena dampak aksi teror bom Surabaya,” katanya.

Soal gangguan keamanan/terorisme akhir-akhir ini nyatanya juga terjadi di beberapa negara di Eropa. “Negara Indonesia sudah beberapa kali mengalami serangan ini dan dapat diatasi dengan baik oleh aparat pemerintah,” ujarnya.

Sehingga pihaknya meyakini, sentimen pasar di bursa saham hanya bersifat sementara. “Karena sebetulnya fundamental ekonomi kita relatif baik dan kuat,” jelasnya.

Sedangkan untuk kebijakan BI terkait pelemahan rupiah dan perkembangan dinamika perekonomian global, dapat berpotensi menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia dalam jangka menengah dan panjang. “BI secara tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas,” katanya.

Dia menuturkan,  BI juga akan tetap konsisten mendukung berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien. “Agar ketersediaan likuiditas baik di pasar valuta asing dan pasar uang tetap terjaga dengan baik,” pungkas Ridhwan. (fgn)

Kirim Komentar