16 Mei 2018 14:32

Sebar Ujaran Kebencian, ASN Bisa Dipecat

MyPassion
Femmy Suluh

MANADO—Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulut, wajib hati-hati menggunakan media sosial. Pasalnya, jika ASN kedapatan menyebarkan hoax atau ujaran kebencian akan langsung diberikan sanksi. Paling berat pemecatan.

"Kita lihat dahulu seperti apa yang ASN sebarkan di media sosial. Kalau memang secara sengaja menyebarkan hoax, apalagi ujaran kebencian dengan maksud mengadu domba, maka kita akan berikan sanksi tegas yaitu pemecatan," tegas Kepala BKD Sulut Femmy Suluh.

Suluh mengatakan, sanksi yang diberikan secara berjenjang sesuai yang dilakukan ASN tersebut. Ini adalah upaya pencegahan radikalisme yang menyebar lewat ASN. "Jadi memang sesuai instruksi, kita wajib mengingatkan dan melaporkan mereka yang memperkeruh suasana atau melakukan berbagai upaya memecah belah persatuan lainnya. Kan sudah jelas, terbukti secara sengaja maka kita pecat," jelasnya.

Sementara itu, pengamat pemerintahan Dr Maxi Egeten mengatakan, ASN seharusnya menjadi pendamai dan penetral dalam masyarakat. Tentu salah jika ASN melakukan ujaran kebencian dan mengadu domba.

"Pemerintah daerah harus tegas dalam memberikan sanksi. Kalau ada ASN yang masih melakukan upaya ujaran kebencian maka sistem kader birokrasi telah gagal. Karena itu harus ada sanksi tegas yang diberikan bagi mereka yang memang terbukti melakukan upaya memecah belah," tuturnya.

Egeten juga mengatakan, dengan panasnya suasana media sosial membuat semua pengguna termasuk penyelenggara pemerintahan bisa dengan mudah terpancing dan masuk dalam lingkaran tersebut. “Jadi memang pimpinan juga harus menekankan bahwa ASN harus menjadi pendingin dalam lingkungan masyarakat,” tukasnya.(tr-02/tan)

Kirim Komentar